Pada tahap awal, pemerintah akan memprioritaskan pembangunan 50 kapal ukuran 30 GT pada tahun ini.
Jakarta (ANTARA) – Ambisi pemerintah membangun 1.582 unit kapal ikan hingga 2028 menandai upaya besar Kepada memodernisasi sektor perikanan tangkap nasional.
Langkah ini muncul di tengah persoalan Lamban yang Lagi membelit nelayan, mulai dari armada berusia Uzur, keterbatasan teknologi, tingginya biaya operasional, hingga mutu hasil tangkapan yang belum konsisten.
Modernisasi juga dinilai diperlukan Kepada meningkatkan daya saing sektor perikanan nasional sekaligus memenuhi tuntutan Global terkait penggunaan kapal dan alat tangkap yang lebih modern serta ramah lingkungan.
Program modernisasi kapal perikanan menjadi bagian dari kerja sama investasi sektor maritim antara Indonesia dan Inggris senilai 4 miliar poundsterling atau Sekeliling Rp91,6 triliun.
Melalui kerja sama tersebut, kedua negara menyepakati pembangunan 1.582 unit kapal ikan yang seluruhnya diproduksi di dalam negeri guna memperkuat industri galangan kapal nasional sekaligus mempercepat transformasi sektor perikanan tangkap.
Program ini mencakup pembangunan 1.000 kapal ukuran 30 gross ton (GT), 557 kapal ukuran 200 GT, 20 kapal ukuran 500 GT, dan lima kapal pengangkut ukuran 500 GT.
Pada tahap awal, pemerintah akan memprioritaskan pembangunan 50 kapal ukuran 30 GT pada tahun ini.
Seiring Penyelenggaraan program tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuka rekrutmen besar-besaran Kepada memenuhi kebutuhan awak kapal perikanan (AKP).
Rekrutmen ini menjadi bagian dari persiapan operasional armada baru yang membutuhkan tenaga kerja dengan kemampuan teknis lebih modern dan profesional.
Kebutuhan awak kapal mencapai lebih dari 20 ribu orang, mulai dari nakhoda, kepala Ruangan mesin, perwira kapal, hingga anak buah kapal Kepada armada ukuran 30 GT Tiba 500 GT.
Rinciannya meliputi Sekeliling 10 ribu personel Kepada kapal ukuran 30 GT, 469 personel Kepada kapal 200 GT, serta 625 personel Kepada kapal 500 GT.
Adapun kebutuhan jabatan meliputi 1.582 nakhoda, 577 fishing master, 1.582 kepala Ruangan mesin (KKM), 4.935 perwira, dan 11.418 anak buah kapal (ABK).
Peserta yang lolos seleksi nantinya akan mendapatkan pelatihan dan sertifikasi sebelum ditempatkan di kapal-kapal baru tersebut.
Hindari konflik
