Ringkasan Siaran:
- MilkLife Soccer Challenge Malang Seri 2 diikuti 2.161 peserta.
- Jumlah peserta meningkat dibanding seri sebelumnya yang mencapai 1.918 peserta.
- Sebanyak 122 SD dan MI ikut ambil bagian dalam turnamen.
- Timo Scheunemann optimistis ekosistem sepak bola putri Malang Maju berkembang.
Malang (Liputanindo.id) – Gairah sepak bola putri di Malang Maju menunjukkan peningkatan. Hal itu terlihat dari penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge Malang Seri 2 2025–2026 yang diikuti 2.161 peserta pada Minggu (24/5/2026).
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan seri pertama yang diikuti 1.918 peserta.
Peningkatan peserta juga diikuti bertambahnya jumlah sekolah yang berpartisipasi, dari sebelumnya 120 menjadi 122 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Demi Grup umur (KU) 10, jumlah tim meningkat dari 64 menjadi 82 tim. Sementara Grup umur 12 naik dari 111 menjadi 116 tim.
Member Executive Committee PSSI Bidang Kompetisi Kota Malang, Rochman Hadi berharap turnamen tersebut Maju digelar secara berkelanjutan di Malang.
“Asa kami, tahun depan MLSC Dapat kembali hadir di Malang Demi semakin meningkatkan gairah sepak bola putri di daerah ini. Semoga kompetisi sepak bola putri di Malang semakin banyak digelar karena hal tersebut menjadi salah satu barometer dalam proses pembinaan dan pencarian pemain putri potensial,” kata Rochman.
Dalam partai final MilkLife Soccer Challenge Malang Seri 2 2025–2026, lahir Juara baru di kategori KU 10 yakni SDN Tulungrejo 2 setelah mengalahkan SDN Tunjungsekar 3 dengan skor 3-1.
Sementara pada kategori KU 12, SDN Lowokwaru 3 berhasil keluar sebagai Juara usai menang tiga gol tanpa balas atas SDN 3 Pandanlandung.
Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono mengatakan meningkatnya antusiasme peserta Bukan lepas dari konsistensi penyelenggaraan turnamen di berbagai daerah.
“Antusiasme peserta meningkat, karena masyarakat Menyaksikan keseriusan kami dalam menyelenggarakan turnamen ini, Berkualitas di Malang dan juga di kota-kota lain. Jadi memang Niscaya mereka Menyaksikan komitmen yang sangat serius dari kami bahwa penyelenggaraan turnamen ini akan Maju konsisten dan berkesinambungan,” ujarnya.
Menurut Teddy, tren peningkatan peserta serupa juga terjadi di sejumlah kota lain tempat turnamen digelar.
Sementara itu, Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann menilai kekuatan Malang Raya terletak pada dukungan Area yang saling terhubung, mulai dari Kabupaten Malang, Kota Malang hingga Kota Batu.
Ia optimistis tingginya antusiasme sekolah akan mendorong pembinaan sepak bola putri yang lebih berkelanjutan.
“Di Malang Raya ini Terdapat Kabupaten, Terdapat Kota, dan Terdapat Kota Batu juga. Jadi antusiasme sekolah-sekolah itu saya sangat apresiasi,” kata Timo.
Menurutnya, pembinaan berkelanjutan di sekolah akan memunculkan pemain-pemain berbakat yang nantinya mencari pembinaan lebih serius di sekolah sepak bola (SSB).
“Kalau itu terjadi, pemain-pemain yang berbakat akan muncul. Dan kalau Terdapat pemain berbakat, mereka Niscaya akan cari SSB. Nah, kalau sudah berbicara SSB, pemain-pemain yang serius, yang berbakat cari SSB, nah itu ekosistem sepak bola kita akan bertumbuh,” ujarnya. [luc/beq]
