Menlu Sugiono: Kalau Iran-AS Mau, Prabowo Dapat Jadi Penengah

Liputanindo.id – Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan Presiden Prabowo Subianto siap menjadi Penghubung bila Iran dan Amerika Perkumpulan Mau dimediasi.

“Apabila kedua belah pihak berkeinginan (mediasi), ya kita, Pak Presiden bersedia Demi menjadi Penghubung. Tetapi kalau misalnya Eksis pandangan seperti itu (kemungkinan Tak Eksis negosiasi lanjutan), ya kita kembalikan kepada mereka,” ujar Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3) kemarin.

Pernyataan itu disampaikan Sugiono menanggapi perkembangan sikap Iran terkait kemungkinan Tak adanya negosiasi lanjutan dengan Amerika Perkumpulan.

Menurut Sugiono, kesiapan Indonesia Demi menjadi Penghubung bergantung pada kehendak kedua belah pihak. Maksudnya, Prabowo itu siap menjadi penengah apabila diinginkan.

Sugiono mengatakan Indonesia menempatkan diri pada posisi Demi menjembatani perbedaan dan menawarkan kesiapan dalam upaya meredakan ketegangan. Tetapi keputusan Demi melanjutkan atau membuka kembali negosiasi sepenuhnya berada di tangan para pihak yang terlibat.

“Yang Niscaya, Indonesia Mau Eksis dalam posisi bahwa bagaimana kita Dapat menjadi jembatan dari perbedaan, menawarkan kesiapan kita, menawarkan diri kita,” kata Sugiono.

Sebelumnya, Duta Besar Iran Demi Indonesia Mohammad Boroujerdi mengapresiasi niat Bagus Pemerintah Indonesia Demi memediasi Iran dan AS meski hingga Begitu ini Lagi belum Eksis langkah konkret yang berkaitan dengan hal tersebut.

Hal itu disampaikan olehnya Begitu ditanya apakah sudah Eksis pihak yang menghubungi Kedutaan Besar Iran terkait mediasi tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/3).

“Tiba Begitu ini belum Eksis langkah berkaitan dengan hal itu dan kami Lagi belum mengetahui apakah langkah seperti ini dapat berdampak atau berpengaruh atau Tak,” ujar Dubes Boroujerdi.

Menurutnya, pemerintahan kedua negara dapat melakukan komunikasi dan interaksi dengan Iran, tetapi dia Tak dapat menjawab apakah mediasi dapat dilakukan atau Tak.

“Apabila Iran dan Indonesia Mau melakukan interaksi dan komunikasi lebih lanjut Demi mengetahui ‘update’ dan situasi terkini di Iran, maka hal tersebut mungkin dapat dilakukan. Tetapi apakah mediasi dapat mencapai hasil atau Tak, saya Tak Dapat berkomentar,” kata Dubes Iran itu.

Pada Sabtu (28/2), Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan bahwa Indonesia siap Demi memfasilitasi dialog agar kondisi keamanan dan kondusif dapat tercipta kembali.

“Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia Demi bertolak ke Tehran Demi melakukan mediasi,” menurut pernyataan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *