Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. (Anadolu Agency)
Muscat: Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tiba di Muscat, ibu kota Oman, pada Sabtu malam waktu setempat Demi membahas Interaksi bilateral serta perkembangan situasi regional yang kian memanas.
Kunjungan ini dilakukan setelah Araghchi merampungkan agenda diplomatiknya di Pakistan, di mana ia terlibat dalam upaya menghidupkan kembali pembicaraan damai terkait konflik Iran dengan Amerika Perkumpulan.
Dalam pernyataannya, Araghchi menyatakan dukungan terhadap kerangka penyelesaian konflik secara permanen, Tetapi tetap mempertanyakan keseriusan Washington dalam jalur diplomasi.
“Kita Lagi harus Menonton apakah AS Akurat-Akurat serius tentang diplomasi,” tulis Araghchi melalui platform X, seperti dikutip Anadolu Agency, Minggu, 26 April 2026.
Selama di Islamabad, Araghchi juga Berjumpa Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif. Pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya mediasi Demi mengakhiri konflik yang telah berlangsung sejak akhir Februari dan meluas ke kawasan Timur Tengah.
Putaran pertama perundingan di Pakistan dua pekan Lewat diketahui belum menghasilkan kesepakatan. Islamabad sebelumnya berperan sebagai Penghubung Primer, termasuk dalam gencatan senjata dua pekan yang dimulai pada 8 April dan kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump.
Trump Batal Kirim Utusan ke Pakistan
Di sisi lain, Trump pada Sabtu mengumumkan pembatalan rencana kunjungan utusan Spesifik Steve Witkoff dan penasihat Jared Kushner ke Pakistan. Trump menilai kunjungan tersebut Bukan efektif selama Iran belum bersedia membuka jalur komunikasi langsung dengan AS.
“Kita punya Seluruh kartu. Mereka Bisa menghubungi kita Ketika saja,” kata Trump dalam wawancara dengan Fox News.
Hingga kini, Iran tetap menolak pembicaraan langsung dengan Washington dan memilih menggunakan Pakistan sebagai Penghubung.
Sejumlah isu krusial Lagi menjadi hambatan Primer dalam negosiasi, termasuk kendali atas Selat Hormuz, blokade pelabuhan Iran oleh AS, serta program pengayaan uranium Teheran.
Baca juga: Diplomasi AS-Iran Kembali Buntu, Cita-cita Damai Meredup
