Mendag AS akan Mempertimbangkan Penggabungan Layanan Pos AS

Presiden Amerika Perkumpulan Donald Trump. Foto: CNN.

Washington: Presiden Amerika Perkumpulan (AS) Donald Trump mengatakan Menteri Perdagangan (Mendag) Howard Lutnick akan mempertimbangkan kemungkinan departemen tersebut mengambil alih Layanan Pos AS.

Melansir Xinhua, Sabtu, 22 Februari 2025, Trump menyampaikan pernyataan tersebut Begitu menjawab pertanyaan di Ruang Oval Gedung Putih.

Media AS sebelumnya melaporkan pemerintahan Trump berencana Demi mengambil alih badan pos tersebut. Trump bersiap Demi membubarkan pimpinan Layanan Pos AS dan menggabungkan badan pos independen tersebut ke dalam pemerintahannya.

The Washington Post melaporkan, hal ini berpotensi mengacaukan penyedia layanan pos berusia 250 tahun dan transaksi e-commerce senilai triliunan dolar.


Presiden Amerika Perkumpulan Donald Trump. Foto: dok EPA.

 

Cek Artikel:  Punya Fasilitas Lengkap, Pegadaian Dukung Peningkatan Hasil karya dan Kreativitas Mahasiswa Melalui TGCL

 

Trump diperkirakan akan memecat Personil dewan pengurus Layanan Pos

Trump diperkirakan akan mengeluarkan perintah eksekutif minggu ini Demi memecat Personil dewan pengurus Layanan Pos dan menempatkan lembaga tersebut di Dasar kendali Departemen Perdagangan, demikian laporan yang mengutip sumber yang mengetahui rencana tersebut.

“Dua miliarder tengah menjalankan rencana mereka, yang dikembangkan di Mar A Lago, Demi mengutamakan pemotongan pajak bagi orang kaya daripada Anggota Amerika Normal yang bergantung pada Layanan Pos. Jutaan Anggota Amerika bergantung pada USPS setiap hari Demi mengirimkan surat, obat-obatan, surat Bunyi, dan banyak Kembali,” kata Demokrat teratas di Komite Pengawasan DPR dan Akuntabilitas Pemerintah, Gerry Connolly, di platform media sosial X.

Cek Artikel:  Digital Transformation Summit ke-32, Ulas Masa Depan Ekonomi Digital di Indonesia

Selama masa jabatan pertama Trump, ia Mempunyai Interaksi yang tegang dengan Layanan Pos AS. Ia sering mengkritik lembaga tersebut karena Bukan efisien dan merugi. 
Selama pemilihan Biasa 2020, Trump mulai vokal tentang penentangannya terhadap pemungutan Bunyi melalui pos, dengan mengutip klaim penipuan yang Bukan berdasar, dan keberhasilan pengiriman surat Bunyi melalui pos memperburuk opini Trump terhadap lembaga tersebut.

Mungkin Anda Menyukai