Mantan Ketum Hipmi Gelar Pertemuan, Ini yang Dibahas

Pertemuan para mantan ketua Lazim Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Foto: Dok istimewa


Jakarta: Para mantan ketua Lazim Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) berkumpul Berbarengan dalam kegiatan bincang santai mantan ketua Lazim Hipmi. Acara bertajuk “Persaudaraan yang Tak Pernah Usai” ini digelar oleh Ade Jona Prasetyo.

Dalam acara yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan tersebut, hadir para Ketua Lazim BPP Hipmi seperti Sharif Cicip Sutarjo (1986-1989), Bambang Riyadi Soegomo (1989-1992), Adi Putra Darmawan Tahir (1992-1995), Sandiaga Salahuddin Uno (2005-2008), Erwin Aksa Mahmud (2008-2011), dan Raja Bilangan Oktohari (2011-2015) serta beberapa pengusaha lain.

Cicip mengapresiasi inisiatif Ade Jona yang menginisiasi silaturahmi Berbarengan para senior Hipmi. Alasan, Hipmi Kagak hanya menjadi tempat lahirnya pengusaha, tetapi juga ruang yang membangun persahabatan dan solidaritas antargenerasi yang dapat terjaga.

“Di Hipmi, kita Kagak pernah Menyaksikan siapa atau apa jabatannya. Kita bergaul apa adanya karena itu persahabatan yang lahir di Hipmi Dapat bertahan puluhan tahun,” ujar Cicip di Hotel Dharmawangsa Jakarta, dikutip Selasa, 2 Juni 2026.

Menurut Cicip, semangat tersebut yang perlu Lalu dijaga oleh kepemimpinan Hipmi ke depan. Di tengah ketidakpastian ekonomi Dunia dan tekanan geopolitik yang berdampak pada nilai Ganti rupiah, Hipmi diharapkan hadir sebagai bagian dari solusi, khususnya bagi para pengusaha di daerah.

“Kondisi Ketika ini lebih banyak dipengaruhi Elemen eksternal. Karena itu Hipmi harus berperan, bukan hanya menunggu keadaan membaik. Yang dibutuhkan para pengusaha adalah program yang konkret, kepastian hukum, dan kepastian berusaha. Apabila kepastian itu Terdapat, pengusaha akan Pandai menghitung dan mengambil keputusan bisnisnya sendiri,” ujar mantan Menteri Kelautan dan Perikanan ini.


(Salah satu kandidat Ketua Lazim BPP Hipmi Ade Jona. Foto: Dok istimewa)

Tantangan bagi dunia usaha

Sementara itu, Erwin Aksa menekankan pentingnya menjaga budaya egaliter yang selama ini menjadi kekuatan Hipmi. Menurutnya, tantangan yang dihadapi dunia usaha maupun organisasi ke depan Kagak mudah, sehingga dibutuhkan pemimpin yang Pandai merangkul dan menghadirkan solusi.

Ia mengenang pengalamannya Ketika memimpin Hipmi di tengah krisis ekonomi Dunia akibat subprime mortgage di Amerika Perkumpulan pada 2008. Ketika itu, dunia usaha menghadapi tekanan besar karena akses pembiayaan semakin sulit dan Akibat krisis turut dirasakan di Indonesia.

“Kami di Hipmi berusaha karena perbankan Kagak mau mengucurkan pembiayaan kepada pelaku usaha kecil karena Kembang mahal dan krisis Dunia ikut menghantam Indonesia. Saya dan mantan Menteri Perindustrian Pak MS Hidayat yang Ketika itu menjabat sebagai Ketua Kadin berusaha menyelesaikannya,” ujar Erwin Aksa.

Di sisi lain, Ade Jona menjelaskan silaturahmi dengan para Ketua Lazim Hipmi  digelar sebagai ruang bertukar pikiran antara generasi muda dan senior Hipmi. Ade Jona merupakan salah satu kandidat Ketua Lazim BPP Hipmi periode 2026–2029 dalam Munas yang akan digelar di Lampung, 10 Juni 2026.

“Hipmi merupakan organisasi kader,karena itu kami membutuhkan banyak masukan dan bimbingan dari para senior karena tentunya para senior kami lebih berpengalaman. Persahabatan dan persaudaraan yang terbangun di Hipmi harus Lalu dijaga,” ujar Ade Jona.

“Melalui Lembaga seperti ini, kami Dapat bernostalgia sekaligus mendengarkan saran dan pandangan para senior Kepada menjadi bekal bagi generasi berikutnya dalam membangun organisasi dan dunia usaha Indonesia,” lanjut dia.