Liputanindo.id – Presiden Prabowo Subianto kini mengandalkan genteng berbahan tanah liat Buat mengganti atap seng. Misinya adalah “gentengisasi” Buat memperindah Paras Indonesia.
“Saya Mau Seluruh atap Indonesia Mengenakan genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia,” ujar Prabowo Begitu membuka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin kemarin.
Prabowo mengaku atap seng Tetap banyak mendominasi rumah-rumah di Indonesia. Menurutnya, hal ini Enggak hanya Membikin lingkungan terlihat kurang indah, tetapi juga berdampak pada kenyamanan penghuni rumah karena cenderung panas dan mudah berkarat.
Gagasan proyek gentengisasi nasional ini, kata Prabowo, akan melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai ujung tombak produksi.
Nantinya, koperasi akan dilengkapi dengan pabrik genteng skala lokal, di mana peralatannya relatif terjangkau. Selain itu, bahan baku yang digunakan juga mudah diperoleh, karena berasal dari tanah yang dapat dicampur dengan bahan lain agar lebih ringan dan kuat.
“Jadi nanti Koperasi Merah Putih akan kita lengkapi dengan pabrik genteng. Genteng itu bahan bakunya dari tanah, dan dicampur dengan beberapa zat limbah lainnya, Pandai ringan dan kuat,” jelasnya.
Prabowo mengungkap adanya kajian dari para akademisi yang menyebutkan bahwa limbah Serbuk batu bara dapat dimanfaatkan sebagai campuran bahan genteng. Menurutnya, Penemuan ini Enggak hanya menghasilkan genteng berkualitas, tetapi juga menjadi solusi pemanfaatan limbah industri.
Idenya itu dipastikan akan didukung pemerintah, Bagus sebelum maupun sesudah pelaksanaannya. Ia pun mengajak para kepala daerah Buat ikut ambil bagian dalam program tersebut.
“Kita akan bantu Keluarga, sebelum gentengisasi, sesudah gentengisasi. Ini serius ya, Bupati, Wali Kota, yang Enggak mau kotanya indah, terserah. Yang mau, ayo Serempak kita bikin kotamu indah, bikin kecamatanmu indah, bikin desamu indah,” tegas Presiden.
Dia berharap dalam dua hingga tiga tahun ke depan, Paras Indonesia akan berubah lebih indah, serta terbebas dari atap-atap seng berkarat yang dinilai sebagai simbol kemunduran.
