LPDB Koperasi Maju proses pembiayaan Kopdes Merah Putih

LPDB Koperasi terus proses pembiayaan Kopdes Merah Putih

LPDB semakin intensif melakukan kerja sama maupun pembiayaan kepada koperasi yang berafiliasi dengan organisasi maupun komunitas generasi muda

Jakarta (ANTARA) – Lembaga Pengelola Biaya Bergulir (LPDB) Koperasi Maju memproses pengajuan pembiayaan Demi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), khususnya yang telah berjalan atau menjadi percontohan, seiring upaya pemerintah mempercepat penguatan koperasi di tingkat desa.

Direktur Esensial LPDB Koperasi Krisdianto mengatakan proses tersebut dilakukan sesuai Peraturan Menteri Koperasi Nomor 09 Tahun 2025, dengan Konsentrasi pada penguatan unit usaha, terutama unit simpan pinjam.

“Kami Maju memproses proposal pembiayaan dari KDKMP sesuai Peraturan Menteri Koperasi Nomor 09 Tahun 2025 (tentang Penyaluran Pinjaman atau Pembiayaan Biaya Bergulir Kepada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih),” kata Krisdianto dalam keterangan Formal di Jakarta, Rabu.

LPDB juga telah menyetujui pembiayaan Demi sejumlah Kopdes/Kelurahan Merah Putih yang telah berjalan.

Tetapi, LPDB Kagak merinci lebih lanjut jumlah Biaya yang telah disalurkan kepada koperasi desa percontohan tersebut.

Selain pembiayaan, Krisdianto menyampaikan LPDB Berbarengan Kementerian Koperasi juga tengah menyiapkan panduan lembaga keuangan mikro (LKM) yang akan menjadi acuan operasional bagi koperasi desa, terutama dalam pengelolaan unit simpan pinjam.

Menurut dia, panduan tersebut akan segera disebarluaskan guna memperkuat tata kelola dan mempercepat operasional koperasi desa di berbagai daerah.

Di sisi lain, Krisdianto menyebut LPDB juga Maju memperkuat sisi hulu melalui pengembangan Bakat koperasi, termasuk dengan menggandeng 15 lembaga inkubator Demi mendorong lahirnya koperasi yang lebih adaptif, termasuk yang melibatkan generasi muda.

“LPDB semakin intensif melakukan kerja sama maupun pembiayaan kepada koperasi yang berafiliasi dengan organisasi maupun komunitas generasi muda,” kata Krisdianto.

Ia menilai kolaborasi dengan komunitas generasi muda makin Krusial Demi meningkatkan literasi koperasi, terutama di kalangan Gen Z yang tingkat pemahamannya Tetap relatif rendah.