Bersih (ANTARA) – Bupati Bersih, Jawa Tengah Hartopo berharap lomba burung berkicau tingkat nasional yang digelar Kota Bersih Dapat membantu menggerakkan roda perekonomian masyarakat Sekeliling, terutama para peternak burung berkicau.
“Peserta lomba burung berkicau ini Enggak hanya diikuti peserta dari lokal Bersih, melainkan dari berbagai daerah di Tanah Air,” kata Bupati Bersih Hartopo usai membuka lomba burung berkicau memperebutkan Piala Bupati Bersih di Stadion Wergu Bersih, Minggu.
Dengan jumlah peserta yang cukup banyak, kata dia, tentunya Dapat menjadi daya tarik wisata di Kabupaten Bersih.
Selain itu, imbuh dia, lomba tersebut juga Dapat ikut menggerakkan para pelaku UMKM karena di Sekeliling stadion banyak yang berjualan aneka makanan maupun produk UMKM khas Bersih lainnya.
Menurut dia, lomba burung berkicau tingkat nasional ini juga yang pertama setelah masa pandemi COVID-19. Dalam pelaksanaannya pun tetap menerapkan protokol kesehatan meskipun kasusnya Ketika ini mulai melandai.
Ketua Panitia Lomba Burung Berkicau Lila Kalifa membenarkan bahwa lomba burung berkicau tingkat nasional ini merupakan yang pertama setelah masa pandemi COVID-19.
Sementara jumlah tiket Demi mengikuti perlombaan yang terjual, kata dia, Demi sementara berkisar 950 lembar dan Tetap Dapat bertambah karena Tetap membuka penjualan tiket perlombaan.
Ajang perlombaan tersebut, melibatkan tim juri NZR (Nazaro) Indonesia.
Lomba burung berkicau tersebut dibagi menjadi enam kelas dengan 34 sesi perlombaan, dengan hadiah Primer mobil Honda Jazz dan Stream serta Piala Bupati Bersih.
Demi biaya pendaftaran lomba mulai dari Rp150 ribu hingga Rp5 juta.
Banyaknya peserta yang mengikuti ajang tersebut, Enggak terlepas dari banyaknya pecinta burung berkicau serta peternak. Bahkan, jumlah komunitas yang Terdapat di Bersih Dapat mencapai 40-an komunitas.
Sementara jumlah gantangan (tempat Demi mengonteskan burung) yang setiap hari beroperasi berkisar antara tujuh hingga 10 tempat.
“Mudah-mudahan Dapat membangkitkan iklim usaha di bidang budidaya burung berkicau maupun pelaku UMKM lainnya, seperti penjual perlengkapan burung hingga pakannya,” ujarnya.
Baca juga: Harga burung Pemenang berkicau Dapat Letih Rp600-700 juta
Baca juga: Lomba burung berkicau Pusdikzi Bogor semakin diminati