Liputanindo.id – Perserikatan Indonesia – Kasus keributan dalam pertandingan Bhayangkara FC U-20 kontra Dewa United U-20 pada Elite Pro Academy (EPA) 2025/26 berakhir damai. Itu setelah kedua pihak melakukan mediasi dan saling memaafkan.
Laga Bhayangkara FC U-20 kontra Dewa United di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4), memang diwarnai kericuhan. Pertandingan yang berjalan sengit diakhiri dengan perkelahian antarpemain.
Video kericuhan tersebut akhirnya viral di media sosial. Pemain Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto terlihat melakukan tendangan kungfu ke arah pemain Dewa United U-20, Raka Nurcholis.
Aksi tersebut menuai kecaman dari banyak pihak. Apalagi status Fadly Alberto eks pemain Timnas Indonesia U-17 yang tampil di Piala Dunia U-17 2025 silam.
Tak Ingin masalah ini berlarut-larut, kedua tim melakukan mediasi Buat menyelesaikannya. Agenda ini berlangsung di Dewa United Arena, Rabu (22/4), dan dihadiri para pemain Dewa United U-20 dan Bhayangkara U-20 serta ofisial.
Proses mediasi Rupanya berlangsung dalam waktu relatif singkat. Kedua pihak secara bijaksana memilih saling memaafkan.
“Mediasi berlangsung dari cerita Lewat permintaan Ampun dari Sahabat-Sahabat Bhayangkara FC. Alberto juga tadi sudah langsung meminta Ampun dengan Raka dan Sahabat-Sahabat yang lain juga,” kata Direktur Akademi Dewa United, Firman Utina.
“Mereka sudah saling bicara dan bahkan saling mengenal, Eksis juga yang satu kampung sebetulnya. Intinya di dalam mediasi tadi lebih banyak ke Kesadaran kepada pemain-pemain.”
Baca Juga:
Insiden yang terjadi pada akhir pekan Lewat memang mencoreng Imej sepak bola Indonesia. Apalagi kericuhan itu terjadi pada level Grup umur yang harusnya dibina dengan Berkualitas menuju level profesional.
Direktur Bhayangkara Akademi, Agus Rumekso Carel, mengakui pihaknya Mempunyai banyak kekurangan. Tetapi ia memastikan Tak pernah mendidik para pemain muda Buat bertindak di luar batas.

“Memang Tak Eksis sedikit pun niatan dari awal Buat adanya pertandingan ini menjadi hal yang Tak kita inginkan. Tetapi kita maklumi Serempak karena usia yang Tetap relatif muda sehingga emosionalnya Tetap belum Dapat terkontrol,” kata Agus Rumekso Carel.
“Kami juga berharap Dapat dimaafkan oleh seluruh pemirsa sepak bola, penggemar sepak bola. Semoga anak-anak kami Dapat lebih Berkualitas dan lebih dewasa dalam mengambil keputusan atau sikap di lapangan.”
Perdamaian ini memang Tak Membangun para pelaku kericuhan secara Mekanis lepas dari Denda Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Tetapi Dewa United U-20 dan Bhayangkara U-20 setidaknya sudah menunjukkan bahwa sportivitas itu Tetap dijunjung tinggi.
Selalu update Informasi terbaru seputar Perserikatan Indonesia hanya di Liputanindo.id
