Mantan Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez. Foto: Anadolu
Tegucigalpa: Laporan Pengusutan pada Rabu, 29 April 2026, menyebut bahwa Presiden Amerika Perkumpulan (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diduga terlibat dalam upaya mengembalikan mantan Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez ke Podium kekuasaan.
Pengusutan gabungan Hondurasgate dan media Spanyol Canal RED mengungkap adanya dugaan operasi politik dan korupsi yang bertujuan memulihkan posisi Hernandez. Ia sebelumnya divonis 45 tahun penjara di Amerika Perkumpulan pada Juni 2024 atas kasus perdagangan narkoba dan senjata.
Laporan tersebut menyertakan rekaman audio dari percakapan di aplikasi pesan yang memperlihatkan pembahasan antara Hernandez dan sejumlah pejabat Honduras, termasuk Presiden Ketika ini Nasry Asfura. Dalam rekaman itu, disebutkan adanya dukungan dari AS dan pendanaan dari Israel.
Hernandez juga terdengar menyebut peran Netanyahu dalam proses pembebasannya. “Perdana Menteri Israel akan mendukung kami. Kami sangat berterima kasih kepadanya karena mereka Mempunyai peran besar dalam pembebasan saya,” ujarnya dalam rekaman yang dipublikasikan, dikutip dari Anadolu Agency, Kamis, 30 April 2026.
Trump diketahui memberikan pengampunan kepada Hernandez pada Desember 2025, sehari setelah pemilu Honduras yang dimenangkan Asfura dari Partai Nasional. Keputusan itu menuai kontroversi karena berlangsung di tengah tuduhan kecurangan dan masalah teknis dalam pemilu.
Dalam percakapan lain, Hernandez mengisyaratkan rencana kembali mencalonkan diri sebagai presiden pada 2030 dengan dukungan politik dari pihak yang sama. Ia juga menyinggung peran Trump dalam kesepakatan tersebut.
Laporan itu juga mengungkap adanya rencana menjadikan Honduras sebagai pusat investasi dan operasi strategis. Sejumlah proyek besar disebut melibatkan perusahaan asing, termasuk pengembangan Area perdagangan bebas, bandara Dunia, dan jalur kereta antarsamudra.
Kalau terbukti, dugaan ini menimbulkan kekhawatiran tentang intervensi asing dalam politik domestik Honduras serta dampaknya terhadap kedaulatan negara tersebut.
(Keysa Qanita)
