Liputanindo.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengeluhkan pencurian lampu hias di kawasan Semanggi. Dia meminta pengawasan fasilitas publik diperketat hingga.
“Sahabat-Sahabat Niscaya Kagak pernah membayangkan yang namanya Semanggi, itu sekarang kita kasih lampu terangnya Variasi. Mengerti nggak, itu sudah tiga kali diganti. Ke mana lampu itu? Dicuri,” kata Pramono di Jakarta Selatan, Selasa kemarin.
Bahkan, pencurian terjadi meski di Sekeliling Letak terdapat pos polisi dan kamera pengawas (CCTV). Tetapi pelaku tetap nekat mengambil komponen lampu tersebut.
Dia juga mencontohkan kasus pencurian kabel Dasar tanah di Kawasan Jakarta Utara yang terjadi pada siang hari. Pelaku terlihat seperti petugas Formal sehingga Kagak menimbulkan kecurigaan Anggota.
Makanya Pemprov DKI memutuskan memperkuat koordinasi pengawasan lintas level Kawasan dan satuan kerja. Ia menilai selama ini Lagi terjadi saling lempar tanggung jawab antarunit.
“Salah satu kelemahan yang Eksis, kadang-kadang saling melempar, ini tugas camat, wali kota, lurah atau sudin. Maka, tadi kami putuskan koordinasi di tingkat kelurahan, kecamatan dengan Bangsa dinas terkait, termasuk Satpol PP,” ujar Pramono.
Selain pencurian, Pramono juga menyoroti persoalan infrastruktur jalan seperti lubang yang membahayakan pengguna jalan Ketika musim hujan. Ia mengaku marah setelah Eksis kasus pelajar meninggal akibat kecelakaan di jalan berlubang dan licin.
Menurutnya, pengawasan dan respons Segera di lapangan harus diperbaiki agar kerusakan fasilitas publik, termasuk lampu jalan dan penerangan trotoar, Dapat segera ditangani sebelum memicu korban.
