Korlantas gunakan dua jenis alat TAA dalam olah TKP kecelakaan kereta

Korlantas gunakan dua jenis alat TAA dalam olah TKP kecelakaan kereta

Jakarta (ANTARA) – Korps Lewat Lintas (Korlantas) Polri menggunakan dua jenis alat traffic accident analysis (TAA) dalam proses olah tempat kejadian perkara kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.

Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri Komisaris Polisi Sandhi Wiedyanoe dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa alat itu berbentuk Tetap dan portable.

“Yang teknologi Tetap dengan kamera LiDAR serta kamera 360 derajat Pandai mendeteksi environment ataupun lingkungan secara menyeluruh, dan teknologi portable yang Pandai Menyantap melalui pola helicopter view sehingga kita Pandai Menyantap dan mengilustrasikan secara tiga dimensi dengan kualitas 4K,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa hasil rekaman dua alat tersebut akan menjadi alat bukti elektronik pada proses penyidikan.

Hasil rekaman tersebut, sambung dia, juga akan disuguhkan kepada jaksa penuntut Biasa (JPU) maupun hakim dalam tahapan persidangan.

“Jadi, sebagai alat bukti yang Absah yang digunakan selama proses penyidikan, penuntutan, dan persidangan,” ujarnya.

Sandhi juga mengatakan bahwa Korlantas Polri akan mengevaluasi lebih lanjut taksi berwarna hijau yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

“Tentu kami dari Korlantas, khususnya kerja sama antara Direktorat Penegakan Hukum dan Direktorat Keamanan dan Keselamatan akan berkoordinasi Buat mengevaluasi banyaknya kejadian yang melibatkan taksi hijau. Kami akan lakukan Pengkajian terhadap perusahaan tersebut,” ucapnya.

Sebelumnya, insiden tabrakan kereta antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4) malam.

PT KAI mencatat hingga Selasa (28/4), jumlah korban meninggal dunia sebanyak 15 orang, sementara 88 orang lainnya mengalami luka-luka.

Seluruh korban meninggal dunia telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati Buat proses identifikasi, sedangkan korban luka dirawat di sejumlah rumah sakit.