Koper Jamaah Haji Ponorogo Ditimbang Ketat, Over Kapasitas Harus Dibongkar Sendiri

Foto BeritaJatim.com

Ponorogo (Liputanindo.id) – Proses pemberangkatan jamaah haji Ponorogo mulai diwarnai pengetatan aturan barang bawaan. Salah satu yang menjadi perhatian Istimewa adalah berat koper bagasi Punya jamaah yang Bukan boleh Mengungguli batas maksimal. Di tingkat daerah, petugas sudah melakukan penimbangan awal Buat memastikan koper sesuai ketentuan sebelum diberangkatkan ke embarkasi.

“Hari ini di tingkat daerah, kami sudah mengawali penimbangan dan mengupayakan agar koper Bukan lebih dari 32 kilogram. Hal ini dilakukan supaya nantinya Bukan overkapasitas,” kata Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Ponorogo, Marjuni, Jumat (24/4/2026).

Marjuni menjelaskan, pendekatan yang dilakukan Bukan hanya sebatas pengawasan, tetapi juga edukasi kepada jamaah. Kalau ditemukan koper dengan berat berlebih, jamaah diminta Buat membongkar sendiri isi koper dan mengurangi barang yang dianggap Bukan terlalu Krusial. Metode ini dinilai lebih efektif agar jamaah memahami batasan sekaligus bertanggung jawab atas barang bawaannya.

“Kalau lebih dari 32 kilogram, kami edukasi jamaah Buat membongkar sendiri dan mengurangi isi koper yang sekiranya Bukan perlu dibawa,” ungkapnya.

Langkah tersebut, lanjut Marjuni, terbukti cukup efektif dalam menekan potensi pelanggaran. Hingga Demi ini, belum ditemukan koper jamaah yang Mengungguli batas maksimal. Hal ini menunjukkan kesadaran jamaah semakin meningkat, terutama dalam mengikuti aturan yang telah ditetapkan demi kelancaran perjalanan ibadah haji.

“Dengan pendekatan itu, mudah-mudahan Sekalian Dapat di Rendah 32 kilogram, dan Tamat Demi ini belum Eksis yang over,” katanya.

Dia juga merinci bahwa koper yang dikumpulkan Demi ini merupakan koper bagasi berukuran besar. Sementara itu, koper kecil akan dibawa langsung oleh jamaah Demi perjalanan menggunakan bus menuju embarkasi. Pengaturan ini dilakukan Buat memudahkan distribusi barang serta menghindari penumpukan Demi proses keberangkatan.

“Yang dikumpulkan ini koper bagasi yang besar, sedangkan koper kecil nanti dibawa jamaah Demi naik bus,” jelasnya.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, sistem pengiriman koper tahun ini mengalami perubahan. Kalau sebelumnya koper dikirim beberapa jam sebelum kedatangan jamaah, kini seluruh koper harus sudah berada di embarkasi lebih awal. Kebijakan ini menyesuaikan dengan tingginya kapasitas penerimaan jamaah di Asrama Haji Surabaya.

“Tahun ini berbeda, karena kapasitas asrama haji Dapat 4 Tamat 5 kloter per hari, maka koper satu hari sebelum kedatangan jamaah harus sudah di Embarkasi Surabaya,” pungkas Marjuni. (end/kun)