Surabaya (Liputanindo.id) – Ketua Komite Disiplin (Komdis) PSSI Umar Husein buka Bunyi terkait insiden tendangan horor yang terjadi dalam pertandingan Aliansi 4 Jawa Timur antara Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta Tulungagung, Senin (5/1/2026).
Umar menegaskan bahwa Komdis PSSI Ketika ini tengah menyiapkan tindakan tegas terhadap Muhammad Hilmi, pemain Putra Jaya Kabupaten Pasuruan, yang diduga melakukan pelanggaran brutal dalam laga tersebut.
Ia menekankan bahwa keselamatan atlet menjadi prinsip Esensial yang harus dijaga dalam seluruh cabang olahraga, termasuk sepak bola.
“Ya, jadi isu tentang keselamatan atlet ini Tak hanya monopoli keluarga sepak bola. Jadi Seluruh olahraga itu harus menjamin keselamatan atletnya,” ujar Umar Husein dalam konferensi pers, Selasa (6/1/2026).
Menurut Umar, penyelenggaraan pertandingan olahraga dapat ditunda, dibatalkan, bahkan dihentikan sepenuhnya apabila mengancam keselamatan atlet maupun pihak-pihak lain yang terlibat.
“Ketentuan itu sudah Jernih diatur dalam Undang-Undang Keolahragaan Nasional Nomor 11 Tahun 2022. Jadi pertandingan Pandai ditunda, Pandai dibatalkan, Pandai ditutup kalau mengancam keselamatan atlet dan pihak-pihak yang terlibat,” lanjutnya.
Umar juga menegaskan bahwa atlet yang dalam kondisi sakit atau mengalami cedera Tak boleh dipaksakan Buat tetap bermain. Dalam konteks sepak bola, prinsip keselamatan atlet tersebut telah diatur secara Spesifik dalam Kode Disiplin PSSI.
Regulasi tersebut, kata dia, dirancang Buat mencegah terulangnya tindakan-tindakan brutal di lapangan hijau agar kompetisi dapat berjalan dengan sehat.
“Turunannya Spesifik sepak bola itu Terdapat di Kode Disiplin gitu ya. Memang Buat mencegah berulangnya tindakan-tindakan brutal, memang harus ditegakkan secara tegas,” ujarnya.
Ketika ini, Komdis PSSI berkomitmen menjaga iklim sepak bola nasional agar tetap kondusif dan berkembang secara positif. Umar menilai penegakan disiplin yang tegas diperlukan agar kompetisi berjalan adil tanpa merugikan pihak lain.
“Artinya bagaimana sepak bola itu berkembang dengan sehat, dengan Bagus, dan Tak merugikan pihak lain,” ucap Umar. [way/beq]
