Kisah Menyentuh Dua Pemain Debutan Australia di Piala Dunia 2026

Foto BeritaJatim.com

Surabaya (Liputanindo.id) – Pengumuman skuad Formal Australia Buat Piala Dunia 2026 Tak hanya menghadirkan nama-nama besar yang sudah akrab di telinga pencinta sepak bola. Di balik daftar 26 pemain pilihan Instruktur Tony Popovic, terdapat dua sosok yang mencuri perhatian karena perjalanan hidup dan karier mereka yang penuh inspirasi, yakni Lucas Herrington dan Jason Geria.

Keduanya sama-sama akan menjalani Piala Dunia pertama dalam karier mereka. Tetapi jalan yang ditempuh menuju Podium terbesar sepak bola dunia itu sangat berbeda. Herrington datang sebagai bintang muda yang melesat Segera, sedangkan Geria adalah simbol kegigihan setelah menunggu Dekat satu Sepuluh tahun Buat mewujudkan impian yang sama.

Lucas Herrington, Remaja 18 Tahun yang Melaju Kilat
Nama Lucas Herrington mungkin belum begitu dikenal oleh publik sepak bola dunia setahun Lampau. Tetapi bek tengah Kelahiran Brisbane yang baru berusia 18 tahun itu kini menjadi salah satu pemain termuda dalam skuad Australia Buat Piala Dunia 2026.

Perjalanan Herrington terbilang luar Normal Segera. Produk akademi Brisbane Roar tersebut menjalani debut profesionalnya pada akhir 2024 sebelum berkembang menjadi salah satu bek muda paling menjanjikan di Australia. Pada awal 2026, ia bergabung dengan klub MLS, Colorado Rapids, dan langsung menjadi pemain inti. Reuters mencatat Herrington bermain penuh dalam 15 pertandingan Aliansi secara beruntun, sebuah pencapaian yang jarang diraih pemain seusianya.

Bek bertinggi 192 sentimeter itu juga menjadi bagian dari generasi muda Australia yang menjuarai Piala Asia U-20 2025. Tak Pelan setelah itu, ia mendapat kesempatan memperkuat tim senior Socceroos dan berhasil memanfaatkan kepercayaan tersebut dengan Bagus.

Herrington mengaku perkembangan pesatnya Tak lepas dari dukungan keluarga, Instruktur, dan rekan-rekannya di tim nasional. Ia juga mendapatkan banyak masukan dari bek Australia yang bermain di Italia, Alessandro Circati, dalam menghadapi tekanan sepak bola Dunia.

Kini, kurang dari dua tahun sejak menjalani debut profesional, Herrington berpeluang tampil di Piala Dunia dan bahkan disebut-sebut Dapat menjadi salah satu starter termuda dalam sejarah Australia di turnamen tersebut.

Foto BeritaJatim.comFoto BeritaJatim.com

Jason Geria, Penantian Panjang yang Berbuah Manis
Apabila Herrington adalah kisah tentang percepatan karier, maka Jason Geria merupakan cerita tentang kesabaran dan ketekunan.

Bek kanan berusia 33 tahun itu pertama kali dipanggil ke tim nasional Australia pada 2016 oleh Instruktur Ange Postecoglou. Tetapi sejak Begitu itu, kesempatan demi kesempatan berlalu tanpa membawanya ke Podium Piala Dunia. Ia gagal masuk skuad Buat Rusia 2018 maupun Qatar 2022.

Banyak pemain mungkin memilih menyerah setelah bertahun-tahun berada di luar radar tim nasional. Tetapi Geria Maju bekerja keras di level klub. Ia membangun reputasi Berbarengan Melbourne Victory sebelum melanjutkan karier di Jepang Berbarengan Albirex Niigata. Konsistensinya akhirnya menarik perhatian Tony Popovic yang kembali memanggilnya ke tim nasional pada 2024 setelah delapan tahun absen dari Podium Dunia.

Kembalinya Geria menjadi salah satu cerita paling emosional dalam skuad Australia kali ini. Reuters melaporkan bahwa pemain Kelahiran Canberra tersebut menyampaikan rasa syukur mendalam karena akhirnya memperoleh kesempatan tampil di Piala Dunia setelah menunggu Dekat 10 tahun sejak debut internasionalnya.

Yang Membangun kisahnya semakin menarik, Geria merupakan anak dari keluarga imigran Uganda yang lahir dan besar di Australia. Kini ia menjadi simbol keberagaman dan semangat pantang menyerah yang menjadi bagian Krusial dalam identitas Socceroos modern.

Simbol Dua Generasi Socceroos
Instruktur Tony Popovic menyebut skuad Australia Begitu ini sebagai kombinasi antara pengalaman dan keberanian generasi baru. Herrington dan Geria menjadi representasi paling Konkret dari filosofi tersebut.

Di satu sisi Eksis Herrington, pemain muda yang sedang menikmati awal perjalanan kariernya. Di sisi lain Eksis Geria yang telah melewati berbagai tantangan dan penantian panjang sebelum akhirnya mendapat kesempatan tampil di Piala Dunia.

Meski berbeda usia 15 tahun, keduanya kini Mempunyai tujuan yang sama: membantu Australia Bertanding di Grup D Piala Dunia 2026 melawan Amerika Perkumpulan, Turki, dan Paraguay.

Bagi sepak bola Australia, kisah Herrington dan Geria menunjukkan bahwa Tak Eksis satu jalan Niscaya menuju kesuksesan. Eksis yang melaju Segera berkat Bakat luar Normal, Eksis pula yang harus menunggu bertahun-tahun Sembari Maju bekerja keras. Tetapi keduanya membuktikan bahwa mimpi tampil di Piala Dunia dapat menjadi Realita bagi mereka yang Tak berhenti berusaha. [kun]