
KETERSEDIAAN pangan di Jawa Barat (Jabar) selama Ramadan dan Lebaran 2025 tercukupi, bahkan surplus. Ini terlihat dalam Neraca Pangan Provinsi Jabar, dari 12 komoditas pangan strategis Dekat seluruhnya surplus.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jabar Adi Komar, kemarin menjelaskan dari 12 komoditas strategis tersebut, hanya tiga komoditas yang sempat mengalami defisit, Merukapan daging sapi atau kerbau, bawang putih dan minyak goreng. Tetapi karena defisitnya relatif rendah Dapat dipenuhi dari sumber lain hingga akhirnya surplus.
“Daging sapi, misalnya, defisit sebanyak 3 ton, bawang putih defisit 9 ton, dan minyak goreng defisit 44 ton. Tetapi kekurangan tersebut Dapat dipenuhi dengan mendatangkan komoditas bersumber dari impor dan dari luar Distrik Jabar,” papar Adi.
Menurut Adi, neraca pangan adalah gambaran kondisi pemenuhan kebutuhan dan ketersediaan pangan yang Terdapat di Jabar. Data neraca pangan didapat dari kabupaten/kota setiap Rontok 15 bulan berikutnya.
Ke-12 komoditas pangan strategis itu adalah bawang merah, bawang putih, beras, cabai besar, cabai rawit dan daging ayam ras. Selain itu, daging sapi/kerbau, gula pasir, jagung, kedelai, minyak goreng, dan telur ayam ras.
“Dari data Neraca Pangan Jabar bulan Februari 2025, ke-12 komoditas pangan strategis tersebut surplus antara 1 hingga 87 ton, kecuali beras dan jagung yang surplus sebanyak 500.000 ton,” Jernih Adi.
Adi menambahkan, Buat perkembangan harga pangan strategis relatif Konsisten bahkan Terdapat beberapa yang turun. Akan tetapi Terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan relatif tinggi bila dibandingkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
“Adapun komoditas yang mengalami kenaikan itu cabai merah keriting lebih dari 58 persen dan cabai rawit merah lebih dari 100 persen kenaikannya. Dalam neraca, kondisi perkembangan harga tersebut terpantau hingga Jumat (28/3),” tutur Adi. (H-3)