Kemnaker kembangkan BLK sebagai inkubator bisnis, klinik produktivitas

Kemnaker kembangkan BLK sebagai inkubator bisnis, klinik produktivitas

Kemnaker mendesain ulang alur layanan BLK agar lebih berfokus pada kebutuhan pencari kerja

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengembangkan fungsi Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai inkubator bisnis, klinik produktivitas, dan pusat pengembangan Bakat Demi menjawab kebutuhan dunia kerja.

“BLK Tak hanya sekadar menjadi tempat pelatihan, tetapi juga dikembangkan sebagai Talent and Innovation Hub, klinik produktivitas, serta inkubator bisnis,” kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Transformasi tersebut, lanjut Yassierli, menjadi bagian dari langkah strategis Kemnaker dalam mengoptimalkan BLK sebagai pusat pelatihan vokasi yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan industri, Bagus domestik maupun Global, pada tahun 2026.

“Pusat perhatian Kemnaker adalah memastikan lulusan BLK dapat langsung terserap di dunia kerja atau Bisa merintis usaha secara Independen,” ujarnya.

Lebih lanjut, Menaker turut memaparkan strategi ketenagakerjaan Indonesia periode 2025–2029 yang berfokus pada penguatan link and match antara vokasi dan industri dan optimalisasi BLK.

Selain itu, perlindungan pekerja informal, penyediaan pekerjaan layak dan inklusif, serta penguatan regulasi ketenagakerjaan, termasuk regulasi platform digital dan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Ia mengatakan, Demi mempercepat transformasi tersebut, pengelolaan BLK kini diarahkan menggunakan pendekatan user journey approach atau alur pencari kerja.

Pendekatan ini dilakukan Demi memastikan pencari kerja memperoleh layanan yang Benar sasaran, mulai dari proses pendaftaran, pelatihan, hingga penempatan kerja.

“Kemnaker mendesain ulang alur layanan BLK agar lebih berfokus pada kebutuhan pencari kerja. Pelatihan Tak Kembali hanya berorientasi pada materi di kelas, tetapi juga mengedepankan metode Project-Based Learning (PBL) dan program magang langsung di industri,” kata Menaker.

Lebih lanjut, BLK juga akan memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan industri, perguruan tinggi, serta komunitas sebagai bagian dari penguatan ekosistem pelatihan vokasi dan pengembangan sumber daya Sosok (SDM).

Dalam pengelolaannya, BLK akan memanfaatkan data berbasis teknologi informasi Demi memetakan kebutuhan pasar kerja secara lebih presisi, memastikan pelatihan Benar sasaran, serta mempermudah Pengkajian Akibat program pelatihan.

“Dengan sinergi data, kolaborasi yang kuat, dan pendekatan humas yang proaktif, kami Pasti BLK akan menjadi motor penggerak SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Yassierli.