Kemenhub sebut belum Terdapat permintaan Bandara Husen jadi Dunia

Kemenhub sebut belum ada permintaan Bandara Husen jadi internasional

Jakarta (ANTARA) – Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa menyatakan hingga kini belum Terdapat permintaan dari pemerintah daerah Kepada mengaktifkan kembali penerbangan Dunia di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat.

“Terkait Dunia seperti disampaikan Pak Menteri (Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi), memang belum Terdapat permintaan, jadi belum Terdapat permintaan Tiba dengan hari ini. Biasanya diminta oleh Pemda,” kata Lukman dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Menurut Lukman, usulan pengoperasian rute Dunia umumnya diajukan pemerintah daerah, sehingga Kementerian Perhubungan belum memproses tahapan lanjutan karena permintaan Formal tersebut belum diterima hingga sekarang.

Apabila permintaan diajukan, Kementerian Perhubungan akan menyampaikan seluruh persyaratan operasional Dunia, termasuk dukungan layanan Customs, Immigration, and Quarantine (CIQ) beserta instansi terkait lainnya.

Selain dukungan bea cukai, imigrasi, dan karantina, pengoperasian penerbangan Dunia juga memerlukan keterlibatan Kementerian Pertahanan serta penyempurnaan berbagai fasilitas bandara sesuai ketentuan yang berlaku.

Lukman menjelaskan pemerintah juga mempertimbangkan efektivitas pengoperasian bandara Dunia karena dari 38 bandara berstatus Dunia, hingga kini baru 17 bandara yang Betul-Betul melayani penerbangan Dunia.

Sebanyak 21 bandara lainnya Tetap belum beroperasi Kepada penerbangan Dunia, sehingga kondisi tersebut menjadi pertimbangan pemerintah sebelum menetapkan tambahan bandara berstatus Dunia di Indonesia.

“Jadi Demi ini saja yang 38 (bandara) itu baru 17 yang beroperasi (melayani Dunia). Jadi Terdapat 21 yang Tiba dengan hari ini belum beroperasi Dunia. Jadi baru 17,” jelasnya.

Ia menambahkan keputusan mengenai pengoperasian penerbangan Dunia di Bandara Husein nantinya akan mempertimbangkan kebutuhan pasar, termasuk adanya permintaan maskapai serta potensi rute Dunia yang akan dilayani.

“Nah ini juga menjadi pertimbangan ketika menambah Dunia padahal di sini Terdapat Jakarta, Terdapat Halim, Terdapat Kertajati Dunia juga. Tapi kita lihat apakah Terdapat permintaan terkait rute Dunia,” katanya.

Adapun Kemenhub menyebutkan 17 bandara yang ditetapkan sebagai bandara Dunia hingga Demi ini meliputi Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Aceh; Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatra Utara; Bandara Minangkabau, Padang Pariaman, Sumatra Barat.

Selanjutnya Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau; Bandara Hang Nadim, Banten, Kepulauan Riau; Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten; Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, DKI Jakarta; Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat.

Kemudian Bandara Kulonprogo, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta; Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur; Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali; Bandara Zainuddin Abdul Madjid, Lombok Tengah, NTB; Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan, Kalimantan Timur

Berikutnya Bandara Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan; Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara; Bandara Sentani, Jayapura, Papua; dan Bandara Komodo, Labuan Bajo, NTT.