Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Mulia (BPA Kejagung) menyelenggarakan lelang aset rampasan negara dengan Sasaran nilai penjualan mencapai Rp 100 miliar di kawasan car free day Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat, pada Minggu (10/4/2026).
Sasaran perolehan tersebut merupakan bagian dari upaya pemenuhan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang secara keseluruhan dipatok pada Bilangan Rp 3 triliun. Informasi mengenai kegiatan bertajuk BPA Fair ini dilansir dari Detikcom.
Kepala BPA Kejagung, Kuntadi, menyampaikan bahwa pihaknya memamerkan Variasi aset agar dapat segera terjual guna memenuhi Sasaran yang telah ditetapkan oleh lembaga tersebut.
“Tentunya kami punya Sasaran ya. Demi PNBP (penerimaan negara bukan pajak) sendiri kami punya Sasaran Rp 3 triliun sekian ya. Tapi Demi kegiatan BPA Fair ini kami menargetkan Rp 100 miliar. Barang yang kami pajang Demi Dapat laku terjual Rp 100 miliar,” kata Kepala BPA Kuntadi Ketika BPA Fair di Gate 6 Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Minggu (10/4/2026).
BPA Kejagung Ketika ini sedang memproses Sekeliling 400 unit barang Demi dilepas ke publik. Tetapi, hasil penilaian sementara menunjukkan baru 300 item yang dinyatakan siap secara administratif dan fisik Demi dilelang kepada masyarakat.
“Demi kali ini dari 400 yang kami upayakan Dapat kami jual, Rupanya setelah dilakukan penilaian, yang sudah siap Demi dijual Sekeliling 300-an ya. Terdapat banyak, Terdapat mobil, Terdapat tanah, Terdapat rumah, Terdapat juga eh perhiasan, lukisan, emas, perhiasan juga Terdapat, patung juga Terdapat,” sambung Kuntadi.
Koleksi yang dipamerkan di Letak mencakup kendaraan mewah seperti Ferrari merah, Porsche 911 Speedster, serta motor besar dari merek Ducati dan Harley Davidson Road Glide. Selain kendaraan, terdapat deretan tas bermerek seperti Hermes, Dior, Louis Vuitton, hingga Chanel.
Sejumlah perhiasan mewah berupa cincin, kalung, dan gelang juga turut dihadirkan dalam pameran tersebut. Beberapa perhiasan diketahui merupakan Punya terpidana Harvey Moeis yang sebelumnya pernah diberikan kepada istrinya, Sandra Dewi.
Kuntadi menegaskan bahwa kehadiran pameran di ruang publik bertujuan Demi meningkatkan transparansi institusi dalam mengelola aset negara sekaligus mempercepat proses pemulihan kerugian ekonomi.
“Acara ini kami adakan Demi lebih membuka diri, Demi lebih mengukur integritas kita, Demi lebih mempercepat proses penjualan dalam rangka Demi pemulihan kerugian negara, dalam rangka Demi pemulihan kerugian masyarakat sebagai korban dari tindak pidana,” imbuhnya.
Masyarakat yang berkunjung ke area pameran dapat Menyaksikan langsung kondisi fisik barang dan melakukan konsultasi mengenai Mekanisme pendaftaran akun lelang di Letak. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah akses Penduduk Demi berpartisipasi dalam penjualan aset rampasan negara.
