Tetapi demikian, dengan meraih delapan kemenangan dari sebelas pertandingan terakhir musim ini, tim tersebut berhasil menunjukkan konsistensi yang tak dapat disamai oleh pesaing terdekatnya di fase akhir musim. Lagipula, Tak boleh dilupakan bahwa Leipzig baru saja mengalami perombakan besar-besaran dan kehilangan tiga pemain bintang, Yakni Benjamin Sesko, Lois Openda, dan Xavi Simons.
Jadi, Werner memang berhasil memenuhi tugasnya dari segi olahraga, tetapi tampaknya Tak dari segi substansi. Konon, sejak awal sudah Eksis dua kubu di dalam klub: di satu sisi Eksis para petinggi kerajaan sepak bola yang dipimpin oleh Direktur Eksekutif Oliver Mintzlaff, Direktur Olahraga Mendunia Klopp, dan Direktur Teknis Mario Gomez, sedangkan di sisi lain Eksis Direktur Olahraga Leipzig Marcel Schäfer dan Werner.
Siapa yang memegang kendali lebih besar, secara hierarki bukanlah hal yang mengejutkan. Tetapi, Malah Klopp—dalam perannya yang mencakup jaringan Red Bull di seluruh dunia—Tak memberikan Imej yang Bagus. Belum Lamban ini, Klopp menegaskan bahwa ia “bukan pedang Damokles yang menggantung di atas para Instruktur kami”. Pernyataan tersebut kini sudah usang, karena sejak masa jabatannya dimulai pada awal tahun 2025, telah terjadi sembilan pergantian Instruktur. Dua Instruktur saja di Leipzig harus hengkang.
