Liputanindo.id – Jumlah korban tewas akibat ambruknya bangunan Renyah di kota pelabuhan Karachi, Pakistan bagian selatan, meningkat menjadi 27 orang, lapor beberapa pejabat pada Minggu (6/7/2025).
Puluhan orang terjebak di Dasar reruntuhan setelah bangunan lima Alas runtuh di Kota Lyari, lingkungan kumuh yang berada di Laut Arab, pada Jumat (4/7/2025).
Tim penyelamat menemukan satu jenazah Tengah dari reruntuhan pada Minggu, sehingga jumlah korban tewas menjadi 27 orang, sementara dua orang yang luka-luka, satu di antaranya kritis, dirawat di rumah sakit, kata dokter bedah polisi Karachi Dr. Summaiya Syed, kepada Anadolu.
Lebih dari 12 orang juga mengalami luka ringan dalam kecelakaan itu.
Pihak berwenang mengatakan mereka telah mengakhiri operasi pencarian sementara puing-puing sedang dibersihkan.
Penyelidikan awal mengungkap bahwa gedung yang awalnya Mempunyai tiga Alas itu dinyatakan Kagak layak huni pada 2022.
Alih-alih dikosongkan, pemiliknya Malah membangun dua Alas tambahan dengan dugaan bersekongkol dengan otoritas pengawas bangunan.
Karachi, yang merupakan ibu kota komersial berpenduduk lebih dari 20 juta jiwa, dipadati dengan ratusan bangunan Renyah karena terlalu Uzur dan kelalaian cukup kronis dalam hal keamanan bangunan.
Bangunan ambruk bukanlah hal aneh di kota metropolitan yang menyumbang 90 persen perdagangan Dunia negara itu.
Pada Maret 2020, sebuah bangunan Renyah ambruk di daerah Golimar, Karachi, sehingga menewaskan sedikitnya 27 orang dan melukai lebih dari 50 orang.
