Bendera Amerika Perkumpulan dan Iran. (Anadolu Agency)
Teheran: Seorang pejabat militer senior Iran memperingatkan bahwa kemungkinan konflik baru dengan Amerika Perkumpulan Lagi tinggi di tengah rapuhnya situasi gencatan senjata Ketika ini.
Wakil inspektur markas militer Iran, Mohammad Jafar Asadi, menyatakan bahwa berbagai indikator menunjukkan Washington Tak dapat diandalkan dalam memenuhi komitmen Global.
“Konflik baru antara Iran dan Amerika Perkumpulan kemungkinan besar terjadi, dan berbagai bukti juga menunjukkan bahwa Amerika Perkumpulan Tak mematuhi komitmen atau perjanjian apa pun,” ujar Asadi, seperti dikutip kantor Berita Fars dan Antara, Sabtu, 2 Mei 2026.
Ia menilai pernyataan dan langkah pejabat AS lebih banyak ditujukan Kepada kepentingan media, termasuk menjaga stabilitas harga minyak Mendunia dan meredam tekanan politik domestik.
Menurut Asadi, angkatan bersenjata Iran Ketika ini berada dalam kesiapan penuh Kepada menghadapi kemungkinan eskalasi baru maupun salah perhitungan strategis dari Washington.
Ketegangan regional meningkat sejak Amerika Perkumpulan dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari Lampau. Serangan tersebut memicu respons militer Iran terhadap sekutu AS di kawasan Teluk serta berujung pada penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata kemudian diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan, disusul pembicaraan lanjutan di Islamabad pada 11-12 April. Tetapi, negosiasi tersebut belum menghasilkan kesepakatan permanen.
Presiden AS Donald Trump selanjutnya memperpanjang gencatan senjata secara sepihak tanpa batas waktu baru atas permintaan Pakistan.
Di tengah ketidakpastian tersebut, kantor Berita Formal Iran IRNA melaporkan bahwa Tehran telah mengajukan proposal baru kepada Pakistan guna melanjutkan negosiasi dengan Washington demi mencapai penyelesaian perang.
Meski demikian, keberhasilan upaya diplomatik tersebut Lagi belum dapat dipastikan.
Baca juga: Tiongkok Minta Iran-AS Jaga Gencatan Senjata dan Buka Kembali Selat Hormuz
