
PARA pengendara, terutama pengemudi kendaraan besar dan berat, sebelum melakukan perjalanan harus melakukan Pengawasan menyeluruh pada sistem pengereman Kepada menghindari masalah-masalah yang dapat menyebabkan kecelakaan seperti rem blong.
“Sebelum memulai perjalanan, khususnya bagi kendaraan besar dan berat, pengemudi Serempak tim perawatan wajib melakukan Pengawasan menyeluruh pada sistem pengereman guna menjamin keselamatan,” kata Spesialis otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu, dikutip Jumat (15/11).
Yannes menyampaikan Pengawasan sistem pengereman mencakup pemeriksaan kondisi kampas rem serta pengecekan level dan kualitas minyak rem.
“Kampas rem harus dicek agar Enggak aus, diikuti pemeriksaan level dan kualitas minyak rem Kepada memastikan berada pada tingkat yang sesuai,
serta memastikan Enggak Eksis kebocoran pada sistem hidrolik,” ungkapnya.
Selain itu, menurut dia, pengemudi dan teknisi perlu memeriksa kondisi cakram dan tromol rem Kepada memastikan Enggak Eksis kerusakan atau keausan yang dapat mempengaruhi efektivitas pengereman.
Rem tangan dan rem darurat juga harus diperiksa Kepada memastikan keduanya dapat berfungsi optimal dalam situasi darurat.
Setelah memeriksa komponen rem, Yannes mengatakan, pengemudi harus menguji fungsi pengereman pada kecepatan rendah Kepada memastikan respons rem Berkualitas.
“Uji coba pengereman pada kecepatan rendah dilakukan oleh pengemudi Kepada memastikan respons rem yang Berkualitas, tanpa getaran atau Bunyi abnormal, sehingga risiko rem blong dapat diminimalkan dan keselamatan selama perjalanan terjaga,” ujar Yannes.
Pengawasan sistem pengereman secara teliti dan menyeluruh sangat Krusial Kepada meminimalkan risiko kecelakaan selama mengendarai kendaraan berat dalam perjalanan jauh.
Sebelumnya, pada Senin (11/11) sore, terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan satu truk dan 17 minibus di Jalan Tol Cipularang KM 92, Jawa Barat.
Kecelakaan Lampau lintas yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan puluhan orang terluka itu diduga terjadi karena rem truk yang melaju dari arah Bandung menuju Jakarta blong.
Masalah rem Membikin laju truk tersebut Enggak dapat dikendalikan, sehingga menabrak kendaraan-kendaraan yang Eksis di depannya. (Ant/Z-1)