
BULAN Desember selalu menjadi momen penuh kebahagiaan bagi umat Kristiani di seluruh dunia. Pada bulan ini, tepatnya Rontok 25 Desember, umat kristiani akan merayakan Hari Raya Natal, yang diperingati sebagai hari Kelahiran Yesus Kristus.
Di Indonesia, umat Kristiani umumnya terbagi ke dalam dua Grup Religi Penting, Ialah Katolik dan Protestan. Meski keduanya sama-sama merayakan Natal pada Rontok yang sama, tradisi dan Langkah perayaannya Mempunyai perbedaan.
Lampau bagaimana umat Katolik dan Protestan merayakan Natal dengan Langkah yang berbeda? Mari simak lebih lanjut!
1. Perbedaan perayaan Natal Katolik dan Protestan
Freepik
Kristen Katolik
Dilansir dari Catholic Resources dan sumber lainnya, perayaan Natal bagi umat Katolik dimulai dengan Misa Malam Natal pada 24 Desember, yang berlanjut dengan Misa Natal pada pagi hari Rontok 25 Desember.
Tradisi ini diawali dengan masa Advent, yakni periode empat minggu sebelum Natal yang didedikasikan Buat persiapan rohani.
Selama masa ini, umat Katolik umumnya Bukan merayakan Natal lebih awal. Advent melibatkan kegiatan seperti penyalaan lilin Adven, doa, serta kegiatan spiritual, yang membantu umat mempersiapkan hati mereka Buat menyambut Kelahiran Yesus Kristus.
Kristen Protestan
Sebaliknya, umat Protestan Mempunyai waktu yang lebih panjang dalam perayaan Natal. Gereja Protestan sering mengadakan berbagai kegiatan sebelum Rontok 25 Desember, seperti kebaktian Candlelight Service pada malam Natal atau kegiatan Spesifik yang diadakan oleh jemaat, sekolah Minggu, dan komunitas pemuda.
Kalender Advent, yang sering digunakan oleh umat Protestan, berfungsi sebagai penghitung hari menuju Natal sekaligus sarana Buat mengajarkan cerita Alkitab dan Maksud Kelahiran Kristus kepada keluarga.
2. Perbedaan posisi keistimewaan Bunda Maria
Freepik
Kristen Katolik
Dalam tradisi Katolik, Bunda Maria memegang posisi sentral sebagai sosok yang sangat dihormati hingga pada perayaan Natal.
Gereja Katolik menekankan devosi (kebaktian) kepada Maria melalui dogma seperti Immaculate Conception (Maria dikandung tanpa dosa) dan Assumption (Maria diangkat ke surga secara fisik).
Maria sering disebut sebagai “Bunda Gereja” dan dianggap sebagai perantara atau pendoa yang mendukung umat menuju keselamatan.
Hal ini didasarkan pada keyakinan bahwa Maria Mempunyai peran istimewa dalam keselamatan melalui ketaatan dan kasihnya yang sempurna kepada Tuhan.
Maria juga diperingati dalam berbagai bentuk ibadah seperti Rosario dan bulan devosi Spesifik (Mei dan Oktober).
Banyak umat Katolik Menyantap Maria sebagai teladan sempurna iman dan kasih. Doa Spesifik seperti Ave Maria dan gelar seperti Mediatrix atau Queen of Heaven menunjukkan pengaruh signifikan Maria dalam tradisi Katolik.
Dalam seni dan liturgi, Maria sering digambarkan dalam momen-momen Krusial, seperti di Dasar salib Yesus atau di hari Pentakosta.
Kristen Protestan
Sementara itu, bagi umat protestan peran Maria dipandang lebih sederhana. Meskipun perayaan Natal merupakan momen menghormati Yesus tetapi dalam Protestan, Maria hanya dihormati sebagai ibu Yesus dan sebagai Misalnya iman yang taat, Tetapi tanpa posisi istimewa seperti dalam Gereja Katolik.
Reformasi Protestan menolak banyak elemen devosi (kebaktian) kepada Maria, karena dianggap Bukan Mempunyai dasar Alkitabiah.
Protestan percaya bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya perantara antara Insan dan Allah, sehingga Maria Bukan dihubungkan dengan peran sebagai perantara atau pendoa dalam teologi umat Kristen protestan.
Sebagian besar denominasi Protestan menekankan bahwa Maria adalah seorang Insan Biasa yang dipilih Buat tugas yang luar Biasa, Ialah melahirkan Yesus. Karena itu, Pusat perhatian ibadah tetap pada Kristus, bukan pada Maria.
3. Perbedaan liturgi atau gaya ibadah Natal umat Katolik dan Protestan
Freepik
Kristen Katolik
Dalam tradisi Katolik, liturgi Natal adalah rangkaian ibadah yang sangat terstruktur dan seragam di seluruh dunia.
Rangkaian ini dimulai dengan ritus pembuka, yang bertujuan Buat mempersiapkan hati umat melalui doa dan pujian. Setelah itu, liturgi sabda menonjolkan pembacaan Alkitab yang mendalam, termasuk dari Perjanjian Lamban, Mazmur, dan Injil yang menggambarkan kisah Kelahiran Yesus.
Bagian terpenting dari liturgi adalah liturgi Ekaristi, di mana roti dan anggur dikonsekrasi menjadi tubuh dan darah Kristus, melambangkan kehadiran Konkret Yesus di tengah umat. Setelah umat menerima komuni (bagian dari liturgi), ibadah diakhiri dengan ritus penutup berupa doa dan berkat.
Tradisi ini menekankan pentingnya elemen sakramental dalam perayaan Natal, terutama melalui Misa Malam Natal yang sering disebut sebagai Midnight Mass. Misa ini menjadi simbol Penting perayaan Natal bagi umat Katolik, melibatkan keseragaman Dunia yang ditentukan oleh Arsip Formal Gereja Katolik, seperti Missale Romanum.
Kristen Protestan
Di sisi lain, gereja Protestan menghadirkan pendekatan yang lebih Elastis dalam liturgi Natal. Bukan Eksis format yang baku atau universal, sehingga setiap gereja dapat menyesuaikan ibadah mereka dengan kebutuhan jemaat.
Liturgi Natal dalam tradisi Protestan seringkali diawali dengan puji-pujian yang melibatkan Tembang-Tembang Natal Terkenal seperti “Silent Night”. Kemudian, doa Serempak menjadi bagian Krusial, dimana jemaat diajak Buat bersyukur atas Kelahiran Kristus.
Khotbah dalam ibadah Protestan cenderung menjadi Pusat perhatian Penting, menyampaikan pesan Injil yang relevan dengan kehidupan sehari-hari jemaat.
Selain itu, elemen seperti penyalaan lilin dalam acara Candlelight Service, drama Natal, atau konser musik sering ditambahkan Buat menciptakan suasana yang sakral.
4. Musik dan Tembang Natal
hidupkatolik.com
Kristen Katolik
Musik dalam ibadah Natal Katolik cenderung berbasis paduan Bunyi dan himne tradisional, seperti “Adeste Fideles” (O Come All Ye Faithful). Tembang-Tembang ini biasanya dinyanyikan dalam suasana ibadah yang formal dan penuh hormat.
Kristen Protestan
Dalam gereja Protestan, musik Natal lebih Variasi, meliputi nyanyian tradisional hingga modern. Banyak gereja mengadakan pertunjukan atau drama musikal yang menggambarkan kisah Kelahiran Yesus. Acara ini seringkali melibatkan seluruh jemaat, termasuk anak-anak sekolah Minggu.
Meskipun terdapat perbedaan dalam Langkah umat Katolik dan Kristen Protestan merayakan Natal, keduanya tetap berbagi sukacita dan kebahagiaan yang sama Ketika memperingati Kelahiran Yesus Kristus.
Semangat serta rasa gembira menjadi inti perayaan, mencerminkan Maksud Natal sebagai momen kasih dan pengharapan bagi seluruh umat beriman. (berbagai sumber/Z-1)