Liputanindo.id – Gelondongan kayu yang terbawa banjir dan menhantam rumah-rumah di Aceh, jadi incaran banyak pihak termasuk pengusaha.
Meski begitu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian lebih dulu menyilakan masyarakat setempat menggunakan kayu tersebut Kepada membangun, memperbaiki rumah, maupun Kepada kegiatan pemulihan pascabencana.
“Arahan Presiden kepada kami, silakan dimanfaatkan masyarakat ataupun pemerintah Kepada (pemulihan pasca) bencana,” kata Tito di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin kemarin.
Tito, selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, mengungkapkan gelondongan kayu tersebut banyak ditemukan di perbatasan Aceh Timur dengan Aceh Utara.
“Nah, banyak yang sudah melakukan dengan Langkah dipotong kemudian dijadikan papan Kepada bangun rumah, jembatan, lain-lain,” ujarnya.
Meski demikian Tito mengatakan cukup banyak kayu yang Enggak Dapat dimanfaatkan Kepada pembangunan karena ukurannya yang terlalu kecil. Tetapi Eksis sejumlah kepala daerah yang menilai gelondongan kayu berukuran kecil tersebut Dapat dimanfaatkan Kepada kepentingan publik.
“Eksis saran dari beberapa kepala daerah, ‘Pak, bagaimana kalau seandainya itu diambil saja Kepada dikerjakan oleh BUMD dijualkan kepada pihak ketiga misalnya PLTU’,” kata Tito.
Mendagri mengatakan Eksis PLTU di Sumatera Utara yang membutuhkan kayu sebagai bahan bakar Kepada pembangkit listrik, demikian juga industri batu bata lokal yang membutuhkan bahan bakar Kepada produksi batu bata yang nantinya juga Dapat digunakan Kepada pembangunan di daerah Sumatera.
“Eksis juga industri lokal seperti batu bata, pembuatan batu bata, mereka nanya-nanya Maju boleh enggak ngambil kayu itu, karena selama ini susah mencari kayu,” ujarnya.
Terkait hal itu, Mendagri meminta Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni Kepada memberikan arahan soal bagaimana Mekanisme pemanfaatan kayu-kayu tersebut. Pemanfaatan kayu-kayu tersebut selain bermanfaat bagi proses pemulihan juga tentunya ikut membantu percepatan pembersihan Daerah tersebut dari material yang terbawah banjir, dalam hal ini gelondongan kayu tersebut.
