Empat Tanda Buta Corak pada Anak, Bagaimana Penanganannya

Empat Tanda Buta Warna pada Anak, Bagaimana Penanganannya?
Ilustrasi(freepik.com)

BUTA Corak mengacu pada kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan dalam Menyaksikan atau membedakan Corak dimana kondisi ini juga dapat memengaruhi anak-anak.

Dokter spesialis mata dari Rumah Sakit Saifee Mumbai dr. Rushabh Shah menjelaskan buta Corak bersifat turun-temurun dan lebih sering terjadi pada anak Lelaki dibandingkan anak Perempuan.

“Anak-anak mungkin Bukan menyadari bahwa mereka Menyaksikan Corak secara berbeda, sehingga mendeteksi kondisi ini sejak Pagi sangat Krusial Demi memberikan Sokongan yang Akurat dalam proses belajar dan kehidupan sehari-hari mereka,” kata Rushabh dikutip dari Hindustan Times, beberapa waktu Lewat.

Rushabh menyebutkan tanda-tanda risiko buta Corak yang muncul pada usia Pagi:

  • Kesulitan dalam mengenali Corak


    Kesulitan dalam mengidentifikasi atau membedakan Corak adalah salah satu tanda pertama buta Corak pada anak-anak.


    Mereka mungkin sering tertukar antara Corak merah dan hijau, atau biru dan kuning. Hal ini biasanya terlihat ketika mereka mulai belajar tentang Corak di taman kanak-kanak atau sekolah dasar.


    Mereka juga cenderung salah menyebutkan Corak, meskipun sudah dikoreksi berkali-kali.

  • Pola pewarnaan yang Bukan Normal


    Anak-anak yang mengalami buta Corak cenderung menunjukkan pola pewarnaan yang Bukan Normal Demi menggambar atau melukis. 


    Mereka mungkin menggunakan Corak yang salah Demi objek Lazim, seperti mewarnai daun dengan oranye alih-alih hijau atau melukis langit dengan Corak merah muda, bukan biru.


    Meskipun kesalahan sesekali adalah hal yang wajar bagi sebagian besar anak, kesalahan yang Lalu-menerus dapat menjadi tanda adanya gangguan penglihatan Corak.

  • Kesulitan dengan materi pembelajaran berbasis Corak


    Indikator Krusial lainnya adalah kesulitan dalam memahami materi pembelajaran yang bergantung pada Corak. Banyak latihan belajar, seperti grafik berwarna, permainan menyortir, dan lampu Lewat lintas, mengandalkan kemampuan membedakan Corak.


    Anak yang buta Corak mungkin mengalami kesulitan dalam tugas-tugas ini, yang dapat menyebabkan kebingungan dan frustrasi Demi belajar. Mereka juga kesulitan mengikuti instruksi berbasis Corak, seperti menggunakan spidol atau krayon dengan Corak berbeda.

  • Sensitivitas terhadap Sinar


    Sensitivitas terhadap Sinar juga Dapat menjadi tanda buta Corak. Anak dapat membedakan Corak dengan lebih Bagus Demi Sinar terang, tetapi mengalami kesulitan Demi berada dalam pencahayaan redup atau ketika Corak ditampilkan dengan latar belakang yang serupa.

Rushabh menjelaskan bahwa Bukan Terdapat obat Demi buta Corak yang bersifat genetik. Tetapi, terdapat berbagai metode penanganan yang dapat membantu anak-anak menyesuaikan diri dengan kondisi mereka

  • Memakai kacamata dan lensa kontak Spesifik. Beberapa lensa Spesifik telah dirancang Demi membantu meningkatkan persepsi Corak pada beberapa jenis buta Corak.
  • Kenali berbagai jenis Corak dengan memanfaatkan aplikasi digital dan seluler sebagai alternatif dalam membedakan Corak yang sulit dilihat.
  • Melakukan penyesuaian dalam pembelajaran. Orang Sepuh dan guru dapat menggunakan pola, simbol, atau label Serempak dengan sumber belajar berbasis Corak Demi membantu anak memahami materi.
  • Penyesuaian pencahayaan dengan memastikan pencahayaan yang Bagus guna meningkatkan kontras dan membantu anak mengenali Corak dengan lebih mudah.
  • Mengajarkan anak Demi mengenali Corak berdasarkan tingkat kecerahan atau posisi, bukan berdasarkan rona, dapat membantu mereka dalam kehidupan sehari-hari.(Ant/H-2)

Cek Artikel:  Sudah Pasang Ring Jantung Hati-hati Risiko Serangan Jantung Tetap Terdapat

Mungkin Anda Menyukai