
BUPATI Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian memilih tak Mau Eksis pengadaan mobil dinas baru Buat operasional di lapangan. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk mengimplementasikan kebijakan efisiensi anggaran.
“Salah satu Teladan, biasanya Ketika pelantikan bupati dan wakil bupati baru, itu Eksis mobil dinas baru. Kita efisiensi. Kita Enggak Eksis pengadaan mobil dinas,” ujarnya seusai menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Kamis (20/2) malam.
Bagi dia, kebijakan efisiensi itu lebih kepada reposisi anggaran. Artinya, Eksis anggaran-anggaran yang dialihkan ke sektor-sektor prioritas.
“Efisiensi ini kan terjadi di seluruh daerah. Jadi, Eksis anggaran-anggaran yang dialihkan, yang Dapat lebih terasa oleh masyarakat. Mobil dinas misalnya, itu kan Enggak terasa langsung manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.
Anggaran pengadaan mobil dinas bupati dan wakil bupati, kata Wahyu, nanti Dapat dialihkan Buat pos belanja yang lebih Krusial. Misalnya berkaitan dengan infrastruktur jalan.
“Kita lihat nanti, kalau Eksis program-program kurang bermanfaat Buat masyarakat, kita alihkan anggarannya,” tegasnya.
Pascapelantikan, dia mengaku, program jangka pendek yang dilakukan antara lain menata pemerintahan yang efektif, sehingga Dapat sinergi dengan program prioritas, di antaranya infrastruktur, pelayanan publik, dan kesehatan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Cianjur Serempak-sama membangun, karena Enggak Dapat dikerjakan sendiri. Butuh kebersamaan dan gotong royong,” ungkapnya.
Wahyu pun menekankan kepada seluruh aparatur di setiap perangkat daerah Dapat bekerja dengan Bagus, sehingga di masa transisi kepemimpinan Ketika ini juga Dapat berjalan dengan Bagus.
“Harus Dapat membawa manfaat yang Konkret bagi masyarakat. Ini adalah amanah besar yang harus dijalankan sebaik mungkin,” pungkasnya.