Pasuruan (Liputanindo.id) – Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan kembali menjadi pusat perhatian dalam kelanjutan Pengkajian anggaran daerah tahun Lampau. Seluruh jajaran legislatif dan eksekutif berkumpul guna merumuskan langkah strategis pembangunan ke depan.
Rapat paripurna kedua ini menjadi momen krusial Buat mendengarkan langsung catatan serta masukan dari para wakil rakyat. Konsentrasi Istimewa pertemuan mengarah pada efisiensi anggaran dan optimalisasi program kerja yang menyentuh masyarakat.
Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memberikan catatan Tertentu mengenai pengelolaan sisa anggaran agar lebih produktif bagi perekonomian Penduduk. Mereka menekankan pentingnya akurasi perencanaan agar Tak Eksis Biaya daerah yang mengendap tanpa realisasi.
“Kami meminta penjelasan lebih detail terkait langkah strategis pemerintah kabupaten dalam mengoptimalkan penggunaan sisa anggaran tersebut. Hal ini Krusial agar Tak terjadi Doku menganggur yang Sebaiknya Bisa menggerakkan roda ekonomi daerah,” ujar Juru Bicara Fraksi PKB, Sa’ad Muafi.
Di sisi lain, Fraksi PKB juga mengapresiasi pencapaian predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang berhasil dipertahankan oleh jajaran pemerintah daerah. Capaian ini dinilai sebagai bukti keseriusan dalam menjaga transparansi keuangan di lingkungan pemerintah.
“Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan atas opini WTP ke-13 yang diterima secara berturut-turut oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Hal ini merupakan bukti Konkret komitmen daerah dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang akuntabel,” tambahnya.
Sebagai penutup, pihak legislatif menyatakan kesiapannya Buat bersinergi demi mempercepat pembahasan regulasi ini agar selesai Betul waktu. Kerja sama yang solid diharapkan Bisa meningkatkan kualitas pelayanan publik di seluruh Kawasan Pasuruan. (Eksis/kun)
