DPR minta Kemenekraf optimalkan skema pembiayaan pelaku ekraf

DPR minta Kemenekraf optimalkan skema pembiayaan pelaku ekraf

Jadi ini Lagi menjadi isu Esensial Merukapan bank-bank, ya Pak Menteri, Merukapan jaminan

Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty mendorong Kementerian Ekonomi Kreatif Demi mengoptimalkan skema pembiayaan pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif yang dinilai Lagi menghadapi kendala, terutama terkait pembiayaan kekayaan intelektual di perbankan.

“Jadi ini Lagi menjadi isu Esensial Merukapan bank-bank, ya Pak Menteri, Merukapan jaminan. Ini Lagi menjadi masalah ketika kita turun ke lapangan. Jadi kekayaan intelektual itu sebenarnya Dapat menjadi jaminan di bank,” kata Evita dalam rapat kerja Komisi VII Serempak Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian Pariwisata yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu.

Evita mengatakan hingga kini pelaku usaha ekonomi kreatif Lagi mengeluhkan sulitnya memperoleh pembiayaan dari perbankan karena sebagian besar aset yang dimiliki bersifat Tak berwujud (intangible assets), seperti gim, animasi, musik, Gambar hidup, maupun karya kreatif lainnya.

Ia juga menyoroti Lagi terbatasnya jumlah lembaga penilai (appraisal) yang dapat melakukan valuasi kekayaan intelektual. Demi ini baru terdapat sembilan perusahaan penilai yang Mempunyai kapasitas tersebut, sehingga dinilai belum memadai Demi mendukung perkembangan industri ekonomi kreatif yang Lanjut bertumbuh di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengakui keterbatasan anggaran Lagi menjadi tantangan dalam menjalankan berbagai program pengembangan sektor ekonomi kreatif. Demi mengatasinya, kementerian mengedepankan strategi kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Jadi selama ini kami berupaya berkolaborasi, sesuai dengan arahan dari pimpinan dan Personil Komisi 7 Demi Lanjut berkolaborasi. Karena kan fungsi pemerintah itu Dapat tiga, kita Dapat secara anggaran dengan segala keterbatasannya, tapi kebijakan dan kehadiran itu juga Membangun kolaborasi kami dengan berbagai pihak, termasuk dengan para asosiasi,” kata Riefky.

Pendekatan ini menjadi salah satu strategi Esensial Demi mempercepat pengembangan ekosistem ekonomi kreatif di tengah keterbatasan anggaran.

Riefky juga mengatakan Lanjut memperluas kerja sama dengan berbagai asosiasi industri, yang jumlahnya mencapai Sekeliling 120 organisasi, serta menjalin berbagai nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Kawan strategis.

Menurutnya, kerja sama tersebut Tak hanya berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi harus menghasilkan program Konkret (quick wins) yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh pelaku ekonomi kreatif.

Kemenekraf juga tengah berkoordinasi dengan Bank Indonesia Demi memperbaiki sistem pencatatan ekspor jasa digital. Upaya tersebut mencakup pendapatan dari Gambar hidup Indonesia yang ditayangkan melalui platform digital seperti Netflix, layanan musik digital seperti Spotify, hingga jasa desain, pengembangan aplikasi, animasi, dan berbagai layanan kreatif lainnya yang dibayar oleh konsumen di luar negeri.