Ilustrasi. Foto: dok Bappenas.
Medan: PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo menargetkan penanaman 50 ribu pohon sepanjang 2026 yang tersebar di berbagai Kawasan operasional, dari Aceh hingga Kalimantan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas bisnis dan kelestarian lingkungan, sekaligus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Direktur Esensial PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa mengatakan program ini dirancang Tak sekadar simbolik, melainkan sebagai gerakan kolektif yang melibatkan seluruh karyawan hingga ke tingkat unit terkecil.
“Program ‘One Man One Tree’ ini adalah langkah Konkret Kepada memastikan bumi tetap menjadi penopang kehidupan. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan keberlanjutan di masa depan,” ujar Jatmiko, dalam keterangan tertulis, Rabu, 29 April 2026.
Sasaran 50 ribu pohon pada 2026 mencerminkan keberlanjutan dan peningkatan signifikan dari tahun-tahun sebelumnya. Pada 2024, PalmCo mencatat penanaman 8.750 pohon, Lampau meningkat menjadi 17.500 pohon pada 2025. Dengan demikian, total penanaman pohon hingga tahun ini mencapai lebih dari 76 ribu pohon di berbagai Kawasan operasional perusahaan di Indonesia.
Menurut Jatmiko, peningkatan tersebut menunjukkan konsistensi sekaligus eskalasi komitmen perusahaan dalam mendukung pemulihan ekosistem. Ia menambahkan, kehadiran jajaran direksi dan seluruh manajemen regional di lapangan bertujuan memastikan program berjalan efektif dan berkelanjutan.
Selain aspek lingkungan, program ini juga berkaitan dengan upaya mempertahankan kinerja ESG PalmCo di tingkat Dunia. Ketika ini, perusahaan disebut berada di peringkat kedua dunia Kepada kategori agrikultur. “Pusat perhatian kami adalah menjaga kawasan bernilai konservasi tinggi (High Conservation Value/HCV) serta area kritis lainnya agar tetap terkelola dengan Bagus,” kata Jatmiko.

Ilustrasi. Foto: dok PalmCo.
Pusat perhatian di daerah
Implementasi program penanaman pohon dilakukan secara serentak di tujuh region operasional PalmCo, dengan pendekatan yang disesuaikan kondisi ekologis masing-masing Kawasan.
Di Kalimantan Barat, misalnya, penanaman difokuskan pada area yang rentan mengalami degradasi lahan. Ike Septiani, karyawan PTPN IV Regional V, mengatakan keterlibatan langsung karyawan memberikan rasa tanggung jawab personal terhadap lingkungan.
“Di Kalimantan, vegetasi yang kuat diperlukan Kepada menjaga struktur tanah agar Tak mudah rusak. Ini Krusial agar operasional perkebunan tetap selaras dengan kondisi alam,” ujar dia.
Sementara itu, di Riau, upaya konservasi diarahkan pada perlindungan ekosistem perairan. Candra Syahroni dari PTPN IV Regional III menyebutkan penanaman dilakukan di sempadan sungai guna mencegah erosi dan menjaga kualitas air.
“Penanaman di sepanjang Jenis sungai menjadi prioritas. Kami berharap langkah ini juga menggerakkan masyarakat Sekeliling Kepada ikut menjaga lingkungan,” kata Candra.
Melalui gerakan yang melibatkan ribuan karyawan ini, PalmCo berupaya menempatkan isu keberlanjutan sebagai bagian integral dari operasional perusahaan. Peringatan Hari Bumi pun Tak berhenti pada Ritual, melainkan menjadi momentum Kepada memperluas Akibat Konkret bagi lingkungan.
