liputanindo.com – Bro sekalian, Dimas Ekky Buka Bukaan dalam sebuah percakapan tanya jawab/ Interview yang isinya menjelaskan bagaimana perubahan dirinya dan Gaya racingnya di tahun 2017 ini yang berbekal memperhatikan posisi ridingd ari alex Marquez dan Franco Morbidelli, Lampau menjelaskan seperti apa rasa Podium di CEV, seperti apa perbedaan Atmosfir Moto2 CEV dan Moto2 WorldChampionship plus ditutup dengan penurutan secara gamblang seperti apa jalur penjenjangannya setelah Stage Moto2 CEV European Championship ini . . Cekidot deh
Bagaimana perasaan Dimas hari Minggu Lampau Begitu melewati garis finish di tempat ketiga?
“Itu adalah perasaan yang luar Lumrah, karena perjuangan raih posisi ketiga harus dilakukan Tamat lap terakhir. Saya sangat senang, karena kami sudah Pelan berusaha dengan keras Buat Bisa naik podium dan pada balap hari Minggu tersebut, kami akhirnya Bisa meraihnya. Astra Honda Racing Team telah bekerja sangat keras Buat Bisa mencapai hasil Tamat Begitu ini. Buat itu, Saya berterima kasih atas Sekalian pengorbanan yang telah dilakukan.”
Dimas jadi pebalap Indonesia pertama yang finis di podium di FIM CEV. Apa artinya itu bagi Dimas?
“Sebuah kehormatan Bisa meraih prestasi ini Buat Negara saya. Saya tentu sangat Gembira. Sekarang saatnya kembali lanjutkan kerja keras dan tetap Pusat perhatian, karena saya Pasti, Kalau kita Maju dengan usaha tersebut, kita dapat Maju naik podium pada balapan berikutnya.”
Minggu Lampau juga, Dimas berada di Sirkuit Barcelona-Catalunya, di paddock MotoGP, diantara pembalap Dunia… Bagaimana pengalamannya?
“Ini adalah kesempatan bagus yang diberikan Astra Honda kepada saya, Buat Bisa hadir beberapa hari di GP Catalan. Meski saya hanya berkunjung, saya Bisa belajar banyak, terutama menyaksikan balapan Moto2 dan Menonton bagaimana pebalap beraktifitas secara langsung. Saya Bisa Berjumpa tim Moto2 Honda dan itu adalah pengalaman bagus Buat saya.”
Apa perbedaan antara paddock MotoGP dan FIM CEV?
“Tentu di Kejuaraan Dunia lebih banyak penontonnya, lebih banyak area Hospitality dan suasananya sangat mendukung dan sangat bernuansa ‘Racing Spirit’. FIM CEV juga bagus kok, dan saya juga sangat menyukainya.”
Apa perbedaan antara pebalap di kedua kejuaraan tersebut?
“Di Kejuaraan Dunia Moto2 Sekalian pembalap sangat Segera. Selain itu, Eksis tiga kelas yang digelar sekaligus, sehingga pebalap Moto3 dan Moto2 lebih mudah belajar dari pebalap MotoGP, bagaimana mengikuti praktik dan balapan mereka. Eksis pebalap seperti Marquez dan Pedrosa yang berada di situ, tentu lebih mudah Buat belajar dan menerapkan hal-hal yang telah didapat selama akhir pekan.”
“Menuju Kejuaraan Dunia adalah impian saya. Saya akan sangat senang Bisa meraihnya. karena saya Mau Astra Honda, keluarga saya dan seluruh rakyat di Indonesia yang telah banyak mendukung, Bisa bangga dengan yang saya raih.”
Apa yang harus Dimas lakukan Buat Bisa Bertanding dengan pebalap di Moto2 World Championship?
“Setelah balapan di Albacete saya mulai mengubah posisi saya di motor, yang semakin kcondong ke depan. Begitu saya berada di GP Catalan Lampau, saya memperhatikan Alex Marquez dan Franco Morbidelli, dan bagaimana Metode mereka memindahkan beban ke depan. Hal itu membantu Saya Bisa lebih Segera dan dapat catatan waktu yang lebih Bagus. Dengan menyesuaikan gaya balap saya, Saya merasa nyaman dengan perubahan gaya saya tersebut. Yang Krusial Begitu ini adalah Maju Pusat perhatian jadi pebalap Kejuaraan Dunia dan menerapkan apa yang saya pelajari ke FIM CEV, Buat Lebih kompetitif.”
Apa Maksud bagi Dimas Kalau berhasil mencapai Kejuaraan Dunia Moto2?
“Menuju Kejuaraan Dunia adalah impian saya. Tahun ini saya akan berusaha lebih keras dari tahun Lampau, dan Kalau berhasil raih hasil bagus di FIM CEV, saya pikir kita Bisa naik ke Moto2 musim depan. Menuju Kejuaraan Dunia adalah impian saya. Saya akan sangat senang Bisa meraihnya. karena saya Mau Astra Honda, keluarga saya dan seluruh rakyat di Indonesia yang telah banyak mendukung, Bisa bangga dengan yang saya raih.”
Bagaimana Astra Honda membantu wujudkan impian Dimas meraih Kejuaraan Dunia?
“Astra Honda selalu memberi dukungan sepenuhnya. Juga musim ini, Astra Honda telah memutuskan bahwa kita akan menghabiskan Dekat sepanjang tahun tinggal di Spanyol, sehingga kita dapat belajar lebih banyak tentang gaya Eropa. Begitu ini adalah pengalaman yang hebat dan saya menjalaninya dengan senang hati. Tahun Lampau, kami kembali pulang ke Indonesia setelah setiap putaran FIM CEV, dan kami datang kembali di balapan berikutnya dengan jet lag. Sekarang kita Bisa berlatih dengan Bagus sebelum balap. Saya merasa jauh lebih kuat musim ini.”
Apa yang Mau Engkau lihat pada dirimu dalam tahun ini?
“Begitu ini, tujuan saya adalah finish di posisi 3 besar di Moto2 European Championship. Kalau kita meraihnya dan akhirnya Bisa menuju Kejuaraan Dunia di tahun 2018, saya Mau Bisa mencetak poin dan finis di posisi yang Bagus di tahun pertama saya. Dari situ, saya Mau Maju memperbaiki diri dan bertahan di Kejuaraan Dunia selama bertahun-tahun.”
Based On AHRT Information




