Denmark Tutup Kedutaan Besarnya di Irak Mulai Mei 2024

Liputanindo.id – Pemerintah Denmark memutuskan Demi menutup kedutaan besarnya di Bagdad, Irak pada akhir Mei 2024. Penutupan ini terjadi hanya dalam waktu tiga tahun setelah terakhir dibuka kembali pada Juni 2021. 

Menteri Luar Negeri Lars Lokke Rasmussen mengatakan penutupan itu dilakukan merujuk pada Misi NATO di Irak. Misi itu diketahui terjalin hingga awal tahun 2024.

“Setelah komando Denmark atas NMI berakhir pada Mei 2022, Denmark Tetap Mempunyai kontribusi militer yang signifikan terhadap misi tersebut hingga awal tahun 2024,” kata Rasmussen, dikutip Reuters, Kamis (18/4/2024).

Meski akan ditutup, Rasmussen menegaskan sejumlah kecil personel militer Denmark akan Lanjut berkontribusi pada misi tersebut. 

Cek Artikel:  AS tidak Mencari Perang dengan Iran

Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa Denmark akan menarik sebagian besar sumbangan militernya di Irak. Sehingga, pemerintah Denmark memutuskan Demi menutup kedutaan besarnya di Irak.

“Dengan ditariknya sebagian besar sumbangan militer Denmark, tugas Primer kedutaan Denmark di Bagdad, Irak, telah selesai. Oleh karena itu, pemerintah Denmark memutuskan Demi menutup kedutaan pada Rontok 31 Mei 2024,” bunyi pernyataan tersebut.

Rasmussen juga mengatakan bahwa operasi diplomatik sedang dihentikan karena peran Denmark yang mengelola misi NATO di Irak telah “berhenti”, yang secara virtual mengakhiri kehadiran tentara dan Anggota sipil Denmark dalam jumlah besar di Irak. 

Kedutaan tersebut sebelumnya ditutup pada tahun 2012 karena Argumen penghentian Interaksi bilateral Denmark secara bertahap yang Nyaris selesai. Dibuka delapan tahun kemudian Demi memungkinkan Denmark mengambil alih misi NATO.

Cek Artikel:  Blinken: Kami Bukan Dukung Israel Serang Rafah

Mungkin Anda Menyukai