Ilustrasi. Foto: Magnific
Jakarta: Member Dewan Daya Nasional (DEN), Muhammad Kholid Syeirazi, menjelaskan soal Blok Ganal yang termasuk dalam Indonesia Deepwater Development (IDD). Kholid menyebut Blok Gana membutuhkan teknologi tinggi dan Biaya yang besar.
“Ini memang investasinya jumbo,” ujar Kholid dalam keterangannya, Senin, 18 Mei 2026.
Dia menyampaikan Apabila BUMD diberikan hak participating interest (PI), juga Bukan akan mudah. Mengingat nilai investasinya yang besar.
Dalam participating interest, lanjut dia, BUMD bukan menjadi operator. BUMD hanya menerima manfaat dari kegiatan hulu migas dengan menyetor equity.
”Tetapi, itu pun dalam praktiknya juga susah,” ujar Kholid.
Kholid menambahkan memang terdapat aturan agar daerah yang mendapat participating interest (PI) 10 persen dengan dukungan atau ’digendong’ oleh kontraktor. Pada saatnya, bagian BUMD diberikan setelah pay off.
”Jadi nyicil, ditalangi dulu kemudian bagian BUMD dipotong. Sehingga biasanya tahun pertama Tamat ke-6, Tamat pay off baru dapat bagian. Jadi baru menikmati hasil setelah pay off,” Jernih dia.
Tetapi, Kholid Bukan menutup kemungkinan terhadap opsi lain, Ialah penawaran selanjutnya kepada BUMN yang notabene Mempunyai kemampuan finansial lebih tinggi.
”Ini menimbang tingkat risiko teknis dan modal kegiatan hulu migas lepas pantai,” kata dia.

llustrasi. Freepik
Sama seperti kemungkinan pemberian PI, menurut Kholid, Kesempatan tersebut tetap Eksis. Dalam hal ini, tergantung ENI dan Sinopec sebagai operator, apakah akan melepaskan bagian interestnya (farm out) atau Bukan.
”Jadi kalau misalnya Eksis share yang Ingin dilepas, itu mungkin saja. Dan itu saya kira strategi terbaik. Jadi Pertamina sebagai BUMN Bukan menanggung risiko eksplorasi,” kata dia.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur meminta adanya bagian hak pengelolaan melalui skema participating interest (PI) atas Intervensi cadangan minyak dan gas raksasa di lepas pantai Blok Ganal. Kepala Dinas Daya dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Bambang Arwanto, mengatakan pemerintah daerah akan mengajukan permohonan keterlibatan dalam pengelolaan cadangan migas tersebut, meskipun Posisi sumur berada di luar batas kewenangan daerah.
Cadangan migas raksasa tersebut ditemukan di Sumur Geliga dan Sumur Gula, yang berada di Kawasan kerja Blok Ganal. Berdasarkan hasil eksplorasi, potensi cadangan yang ditemukan diperkirakan mencapai lebih dari tujuh triliun kaki kubik gas serta Sekeliling 375 juta barel minyak.
