Dedi Mulyadi Pusat perhatian Bangun Infrastruktur di Jawa Barat

Dedi Mulyadi Fokus Bangun Infrastruktur di Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Serempak sejumlah pejabat.(MI/BAYU ANGGORO)

GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya Demi mempercepat pembangunan infrastruktur dan melakukan efisiensi anggaran guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.  

Dia menargetkan pembangunan infrastruktur jalan di Jawa Barat dengan menyelesaikan perbaikan jalan hingga 100% pada 2026.

Menurutnya, peningkatan kualitas dan kapasitas jalan ini diharapkan mendukung perkembangan kawasan industri yang pesat.

“Material jalan harus ditingkatkan, lebarnya harus ditambah karena beberapa Kawasan di Jabar sudah menjadi kawasan industri. Selain itu, jalan harus Kondusif dengan marka yang Terang, CCTV, penerangan jalan Biasa, serta ruang estetika seperti gapura,” kata Dedi usai serah terima jabatan di Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, Jumat (21/2).

Cek Artikel:  PosIND dan Pos Properti Dukung Herardi Cahya di Microsoft Excel World Championship 2024

Terkait dukungan industri ini, dia menekankan pentingnya kualitas material jalan agar lebih tahan Pelan dan Bisa menahan beban kendaraan berat. “Harus tahan Pelan.”

Selain perbaikan jalan, Dedi pun Pusat perhatian pada pengembangan transportasi terintegrasi di Jawa Barat Demi meningkatkan konektivitas Kawasan. Pada transportasi darat, salah satunya dengan merencanakan pengembangan monorel di Kawasan Bandung Raya dan sekitarnya.

Dia berharap keberadaan monorel Bisa mengatasi kemacetan dan memperkuat konektivitas antarkota. Selain itu, dia berencana mengaktifkan kembali jalur kereta peninggalan kolonial Belanda yang dinilai Mempunyai potensi besar Demi dikembangkan sebagai transportasi massal yang efisien dan ramah lingkungan.  

Cek Artikel:  Dapat Nomor Urut 1, Herman-Ibang Siap Bekerja Satu Periode Kembali

“Kami akan menjajaki pengembangan monorel di Kawasan Bandung Raya dan sekitarnya, termasuk Cimahi, Kabupaten Bandung dan Sumedang. Kami juga Mau mengaktifkan kembali jalur kereta yang pernah Eksis pada era kolonial Belanda,” katanya.

Pada sisi lain, Dedi menegaskan komitmennya Demi mengalokasikan anggaran secara efisien dengan Pusat perhatian pada program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Tak Eksis efisiensi dalam Definisi pemotongan anggaran, yang Eksis adalah alih Posisi anggaran. Bahkan, saya menantang Kepala Bappeda Demi Memajukan belanja dari Rp31 triliun menjadi Rp33 triliun,” tandasnya.

 

Mungkin Anda Menyukai