Dapat Vonis Wafat, Pengacara Sebut Panca Baktinsyah Idap Gangguan Jiwa

Liputanindo.id – Panca Baktinsyah, pelaku pembunuhan empat anak kandungnya di Jagakarsa, Jakarta Selatan, disebut mengidap gangguan kejiwaan oleh kuasa hukumnya, Amriadi Pasaribu. 

“Hasil forensik mengatakan bahwa memang dia itu secara inteligensi dan kejiwaan, memang ada ketergangguan,” kata Amriadi usai sidang dengan agenda vonis terhadap Panca Baktinsyah di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (17/9/2024), dikutip dari Antara.

Amriadi menyebut Panca memiliki halusinasi sehingga hanya bisa membayang-bayangkan dalam pikirannya saja.

Dia menegaskan setiap tindakan Panca dibuat berdasarkan spontanitas dan tanpa berpikir panjang yang sudah menjadi kepribadiannya.

Terlebih, saat merasa kecewa maupun sedih, terdakwa langsung memberikan reaksi negatif untuk meluapkan emosinya.

“Akhirnya, dalam melakukan tindakannya juga, terdorong pikiran untuk anak-anaknya itu biar ditempatkan di tempat yang sempurna,” kata dia.

Cek Artikel:  Jasad Pria Berlumuran Darah Ditemukan di Ruangan Kost di Beji Depok

Kemudian, kondisi kejiwaan ini juga diperparah dengan adanya rasa ingin bunuh diri dari terdakwa usai melakukan aksinya. 

“Itulah tanda-tandanya kejiwaannya tidak baik dan tadi majelis hakim juga bilang dia ada tekanan,” katanya.

Terkait pemeriksaan kejiwaan, Panca sempat menjalaninya di Mabes Polri dan Rumah Lara (RS) Polri Kramat Jati.

“Dari Mabes Polri dan RS Polri Kramat Jati memang dia dapat mempertanggungjawabkan pidananya, tapi kalau dilihat di persidangan kan kelihatan sekali,” ujarnya.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menjatuhkan vonis mati kepada Panca Baktinsyah karena membunuh empat anak kandung yang kasusnya terungkap pada 6 Desember 2023.

Hakim menyatakan secara sah Panca melakukan kesalahan karena membunuh seluruh anak kandungnya. Panca juga dinilai secara sah dan meyakinkan bersalah dalam melakukan kekerasan fisik dalam rumah tangganya.

Cek Artikel:  maksuds Angela Lee Guna Duit Penipuan Tas Mewah untuk Bayar Utang

Panca tidak mendapatkan hal yang meringankan untuk vonis hukuman matinya. Bahkan hakim memberikan hal yang memberatkannya, yakni tidak mencerminkan sikap seorang ayah dan suami yang baik.

​​​​​​Hakim menilai Panca secara sah melanggar Pasal 340 KUHP dan Pasal 44 Ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 23 Pahamn 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)

Sebelumnya, empat anak berinisial VA (6), SP (4), AR (3), AS (1) ditemukan tewas dalam satu kamar di sebuah rumah di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Rabu (6/12/2023).

Atas kasus pembunuhan dan KDRT tersebut, Polres Metro Jakarta Selatan langsung menetapkan Panca sebagai tersangka dan melakukan penahanan.

Mungkin Anda Menyukai