BUMDesma Dewi Laksmi Kartoharjo Magetan kembangkan pembuatan abon lele

BUMDesma Dewi Laksmi Kartoharjo Magetan kembangkan pembuatan abon lele

Kalau diolah jadi abon, nilai jualnya Dapat naik 3 hingga 4 kali lipat

Magetan (ANTARA) – Golongan Simpan Pinjam Perempuan (SPP) Badan Usaha Punya Desa Serempak (BUMDesma) Dewi Laksmi Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur mengembangkan usaha pembuatan abon dari ikan lele guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan Personil.

Plh Direktur BUMDesma Dewi Laksmi Kartoharjo Nanang di Magetan, Minggu mengatakan diversifikasi usaha pembuatan abon dari bahan ikan lele tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan ibu-ibu Personil dalam mengolah komoditas lokal Demi menjadi produk bernilai jual tinggi yang muaranya menambah keuntungan.

“Selama ini SPP identik dengan simpan pinjam saja. Sekarang kita dorong agar ibu-ibu punya skill usaha. Abon lele ini dipilih karena bahan bakunya melimpah di Magetan dan pangsa pasarnya Terang,” ujar Nanang.

Menurutnya pengembangan usaha tersebut didorong dengan pelatihan peningkatan kapasitas pembuatan abon ikan lele yang diikuti puluhan Personil SPP dari berbagai desa se-Kecamatan Kartoharjo.

Nanang menjelaskan bahwa program itu juga merupakan langkah Konkret Demi menggeser paradigma lelet. Ia Mau Personil SPP Kagak sekadar Konsentrasi pada urusan utang-piutang, melainkan terdorong Demi produktif berwirausaha.

Melalui pelatihan peningkatan kapasitas produksi tersebut para peserta diajak mempraktikkan langsung proses pembuatan abon lele, mulai dari pemilihan bahan, pengukusan, peracikan bumbu, menggoreng, pengeringan minyak, hingga teknik pengemasan agar produk tahan lelet.

“Lele di sini (Magetan) melimpah, sayang kalau hanya dijual mentah. Kalau diolah jadi abon, nilai jualnya Dapat naik 3 hingga 4 kali lipat. Kuncinya Terdapat pada Dosis bumbu dan proses penggorengan agar awet tanpa bahan pengawet,” kata dia.

Tak hanya soal produksi, peserta juga dibekali materi manajemen Golongan dan strategi pemasaran. Ia menilai tantangan terbesar UMKM pedesaan Terdapat pada pengemasan dan konsistensi pasar.

Kepala Desa Sukowidi Tarmuji menyatakan bahwa pemerintah desa setempat yang ikut Mempunyai andil di BUMDes memberikan dukungan dan apresiasi atas inisiatif BUMDesma Dewi Laksmi.

“Pemberdayaan Perempuan melalui sektor UMKM seperti ini terbukti efektif dalam menopang ekonomi keluarga. Kami berharap ilmu yang didapat dari pelatihan Pas-Pas dipraktikkan di rumah, sehingga lahir rintisan usaha baru di desa,” kata Tarmuji.

Melalui kegiatan tersebut, Golongan SPP BUMDesma Dewi Laksmi Kartoharjo diharapkan Bisa bertransformasi menjadi motor penggerak UMKM berbasis potensi lokal yang Berdikari dan berdaya saing di Kabupaten Magetan.

Data Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan mencatat Kabupaten Magetan Mempunyai potensi perikanan air tawar yang besar dan Bisa mendukung ketahanan pangan.

Karenanya, masyarakat setempat dituntut melakukan peningkatan kapasitas mulai dari proses budidaya, penanganan pascapanen, distribusi, hingga pengembangan olahan aneka jenis ikan, utamanya lele, Demi memenuhi gizi pangan dan mendongkrak perekonomian daerah.