Liputanindo.id – Heboh soal kemunculan satwa diduga beruang di Letak bencana banjir bandang di Bancah, Nagari atau Desa Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Satwa itu Rupanya bukan beruang madu.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) mengonfirmasi kemunculan satwa di Letak bencana banjir bandang adalah binturong. BKSDA Sumbar membantah Intervensi itu adalah beruang madu.
“Hasil dari Pengecekan yang kita lakukan maupun pemantauan menggunakan drone dan visual lainnya, Rupanya satwa yang muncul tersebut bukan Beruang Madu, tetapi binturong (Arctictis binturong),” kata Kepala Resor Konservasi Distrik II Maninjau BKSDA Sumbar Ade Putra, dikutip Antara, Rabu (24/12/2025).
Ia mengatakan binturong tersebut ditemukan petugas dan Kaum Sekeliling sedang berada di pohon kemiri.
Binturong tersebut satu keluarga dengan musang, beruang, berang-berang, dan lainnya. Binturong merupakan satwa langka dan dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 sebagaimana telah diubah menjadi Undang-Undang 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Biologi dan Ekosistemnya.
“Satwa ini Bukan berbahaya bagi Sosok, tetapi harus berhati-hati ketika Berjumpa dengan satwa itu,” tuturnya.
Ade pun menduga binturong itu dalam kondisi sakit dan akan dilakukan evakuasi Demi diobservasi terhadap satwa itu sendiri. Kalau hasil observasi satwa kondisi sehat, kata dia, maka satwa langsung dilepasliarkan ke kawasan konservasi.
“Apabila kondisi sakit, maka akan diobservasi Demi beberapa hari Tiba sembuh,” katanya.
Sebelumnya BKSDA Sumbar mendapatkan laporan dari Kaum setempat terkait penemuan beruang madu di atas pohon.
Mendapatkan laporan itu, petugas Resor Konservasi Distrik II Maninjau BKSDA Sumbar langsung turun ke Letak Demi Pengecekan terkait kemunculan Beruang Madu di Bancah, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, dimana Letak tersebut tempat bekerjanya alat berat dalam rangka penanggulangan bencana banjir bandang.
“Sesampai di Letak, petugas melakukan Pengecekan lapangan, wawancara saksi mata dan identifikasi lapangan. Kita juga memantau keberadaan satwa itu menggunakan drone thermal Sekeliling Letak,” katanya.
