Blake Lively Perbarui Gugatan terhadap Justin Baldoni dengan Tuduhan Baru

Blake Lively Perbarui Gugatan terhadap Justin Baldoni dengan Tuduhan Baru
Blake Lively mengajukan pembaruan gugatan terhadap Justin Baldoni, tambahkan Nyaris 50 halaman Berkas baru yang memperkuat tuduhan pelecehan seksual dan pembalasan.(Instagram)

AKTRIS Blake Lively kembali mengajukan gugatan yang diperbarui terhadap Musuh mainnya, Justin Baldoni. Eksis tambahan Nyaris 50 halaman Berkas baru yang memperkuat tuduhan pelecehan seksual dan pembalasan yang dialaminya. 

Gugatan yang diajukan ke pengadilan federal New York pada Selasa ini menyatakan beberapa Perempuan lain yang bekerja di Posisi syuting Gambar hidup It Ends With Us juga merasa Kagak nyaman dengan perilaku Baldoni yang Kagak diinginkan.

Kesaksian dari Rekan Sesama Aktris

Gugatan ini mengungkap seorang aktris lain yang turut membintangi Gambar hidup tersebut telah melaporkan kekhawatirannya kepada Sony, distributor Gambar hidup tersebut. Lively menegaskan ia bukan satu-satunya yang merasa Kagak nyaman dengan tindakan Baldoni di Posisi syuting. 

Setelah mengetahui adanya keluhan tersebut, Baldoni diduga Bahkan melakukan tindakan balasan terhadap Lively dengan menyewa tim manajemen krisis dan menjalankan kampanye Buat merusak reputasinya.

Cek Artikel:  Berkenalan dengan dr. Rina, Kepribadian Pemain Dokter Ica dalam Gambar hidup Fulus Panai 2

“Gugatan ini mencakup bukti signifikan bahwa Ms. Lively bukan satu-satunya yang mengajukan tuduhan pelanggaran di Posisi syuting lebih dari satu tahun sebelum Gambar hidup diedit,” kata pengacara Lively, Esra Hudson dan Mike Gottlieb, dalam pernyataannya kepada CNN. Mereka juga menuduh berbagai pihak, termasuk tim Baldoni, telah melakukan intimidasi terhadap saksi lainnya.

Respons dari Pihak Baldoni

Menanggapi gugatan ini, pengacara Baldoni menyebut tuduhan yang diajukan Lively sebagai “Kagak meyakinkan” dan “penuh dengan pernyataan dari pihak yang Kagak disebutkan namanya serta Kagak Tengah bersedia mendukung klaim tersebut secara publik.”

Gugatan yang diperbarui juga menambahkan dua tuntutan baru, termasuk pencemaran nama Berkualitas. Lively menuduh pengacara Baldoni, Bryan Freedman, Membangun pernyataan yang merusak reputasinya di media sebagai bentuk pembalasan karena telah mengajukan tuntutan hukum terhadap Baldoni.

Cek Artikel:  Akhir Perjalanan Selebgram Remi Lucidi, Tewas Terpeleset Demi Selfie di Dasar 68

Perjalanan Kasus Menuju Persidangan 2026

Kasus ini merupakan babak terbaru dalam konflik hukum antara Lively dan Baldoni, yang sebelumnya membintangi Gambar hidup It Ends With Us sebagai Kekasih di layar lebar. Lively pertama kali mengajukan tuduhan pelecehan seksual dan pembalasan pada Desember 2024 dalam gugatan hak sipil sebelum mengajukan tuntutan hukum ini.

Sementara itu, Baldoni juga melayangkan gugatan terhadap Lively dan suaminya, Ryan Reynolds, dengan klaim bahwa mereka berusaha merusak reputasinya dan mengambil alih kendali kreatif atas Gambar hidup tersebut. Baldoni menuntut ganti rugi sebesar US$400 juta terhadap Kekasih itu serta tambahan US$250 juta terhadap The New York Times, yang ia tuduh telah menerbitkan narasi sepihak terkait kasus ini.

Cek Artikel:  Emily Armstrong Formal Jadi Vokalis Baru Linkin Park

Sejak kasus ini mencuat, Baldoni telah dipecat dari agensi Potensi WME, yang juga menaungi Lively dan Reynolds. Dukungan terhadap Lively pun datang dari berbagai pihak, termasuk Perkumpulan aktor SAG-AFTRA dan Sony, studio yang memproduksi It Ends With Us.

Persidangan Buat kasus ini dijadwalkan akan dimulai pada Maret 2026. Hakim telah memperingatkan kedua belah pihak Buat Kagak Membangun pernyataan publik yang dapat memengaruhi jalannya kasus. Apabila pernyataan publik Maju berlanjut, hakim berhak mempercepat jadwal persidangan.

Seiring dengan perkembangan kasus, pengacara Lively telah mengajukan permintaan Buat mendapatkan catatan komunikasi dari Baldoni dan timnya dalam dua tahun terakhir guna mengungkap sejauh mana dugaan kampanye pencemaran nama Berkualitas yang dilakukan terhadap Lively. Baldoni, melalui pengacaranya, menolak permintaan tersebut dan menyebutnya sebagai upaya yang berlebihan.

Kasus ini Maju menarik perhatian publik, dengan banyak pihak menantikan hasil persidangan yang akan datang. (CNN/Z-2)

Mungkin Anda Menyukai