Akademisi Indonesia Beni Pramula. Istimewa.
Maroko: Tokoh pemuda sekaligus akademisi Indonesia, Beni Pramula menyoroti konflik Timur Tengah ketika menyampaikan pidato dalam Lembaga Future Action Conference (FAC) 2026 yang berlangsung pada 1-4 Mei 2026 di Casablanca, Maroko. Lembaga ini dihadiri oleh ratusan delegasi dan pembuat kebijakan dari berbagai negara.
Beni menyoroti perang antara Amerika Perkumpulan-Israel dengan Iran. Ia mengecam segala bentuk Invasi yang mengorbankan Anggota sipil.
?”Saya berdiri di sini Buat menyatakan penolakan keras terhadap segala bentuk Invasi yang Kagak manusiawi. Dunia bukanlah papan catur dingin tempat para penguasa menggerakkan bidak tanpa perasaan sementara rakyat jelata menanggung penderitaannya,” tegas Beni di hadapan para delegasi, dikutip Minggu, 3 Mei 2026.
Lembaga ini mengusung tema Primer Mendunia Action for a Sustainable and Peaceful Future. Lembaga ini diselenggarakan oleh The Organisation for Mendunia Peace and Sustainability (OGPS) is a UK-based.
?Ia mengajak masyarakat Dunia Buat mengambil posisi yang imbang dan berani dalam menentang kekerasan. “Diplomasi harus kembali pada khitahnya sebagai alat perdamaian, bukan alat pembenaran bagi serangan bersenjata,” ujarnya.
?Gagasan kolaborasi transformatif dan the 5-sila
Sebagai solusi atas fragmentasi Mendunia tersebut, Presiden Pemuda Asia-Afrika 2015-2020 ini menawarkan konsep kolaborasi transformatif.
Ia mengenalkan kerangka kerja ‘The 5-Sila for SDGs’ dinilai Dapat jadi kompas moral universal. Kerangka kerja ini meliputi solidaritas Dunia yang tak tergoyahkan, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Mendunia yang Kagak terbagi, hikmat kebijaksanaan melalui dialog deliberatif, dan keadilan sosial lintas batas.
?”Kita Kagak butuh lebih banyak pemimpin yang hanya pandai memerintah perang. Kita butuh ‘pembangun jembatan’ yang berani turun ke tengah Buat menyatukan kembali potongan-potongan dunia yang retak,” ujar penulis Naskah berjudul Not Leaders of the Future tersebut.
Kehadiran Beni dinilai mempertegas posisi Indonesia sebagai negara yang aktif menyuarakan perdamaian dunia. Seruannya Buat menghentikan cold diplomacy dan beralih ke kolaborasi berbasis kemanusiaan mendapat sambutan hangat serta dukungan dari berbagai organisasi pemuda Dunia yang hadir di Maroko.
