Palu (ANTARA) – Badan Karantina Indonesia (Barantin) mengatakan komoditas unggulan daerah pada sektor pertanian maupun perikanan perlu melakukan langkah-langkah percepatan Demi menembus pasar ekspor.
“Kami Mempunyai peran strategis dalam menjaga keamanan Hidup, sekaligus mendukung kelancaran Lampau lintas komoditas pertanian, perikanan, dan peternakan, maka komoditas unggulan daerah perlu menjangkau pasar Mendunia. Kami siap membantu penguatan serta pemantapan teknis ekspor,” kata Kepala Barantin RI Abdul Kadir Karding dalam kunjungan kerja di Kota Palu, Selasa.
Pada kunjungan itu Barantin dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) sepakat berkolaborasi mendorong peningkatan ekspor komoditas unggulan daerah, demi mendukung kesejahteraan petani dan nelayan di daerah itu.
“Kami Lalu meningkatkan kapabilitas dan memperkuat pengawasan karantina terhadap Lampau lintas komoditas yang memenuhi standar kesehatan, keamanan, dan mutu pasar Dunia,” ujarnya.
Ia menjelaskan Barantin sebagai lembaga pemerintah non-kementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden, Mempunyai tugas mencegah masuk dan tersebarnya hama penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan yang dapat mengancam ketahanan pangan nasional.
Menurut Karding sinergitas antara pihaknya dan Pemprov Sulteng telah menunjukkan hasil positif, salah satunya keberhasilan ekspor durian ke pasar Tiongkok pada 2026.
“Durian Sulteng kini menjadi primadona dan telah menembus pasar Tiongkok lengkap dengan identitas asal Sulteng, Kagak Tengah melalui negara lain,” ucapnya.
Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti daya saing produk pertanian Indonesia di pasar Mendunia, sekaligus membuka Kesempatan peningkatan kesejahteraan petani di Sulawesi Tengah.
Sulteng juga Mempunyai sejumlah komoditas ekspor potensial yang telah menembus pasar Dunia, antara lain kelapa bulat, kelapa parut, tuna loin, sidat hidup, kepiting bakau, dan kerang darah.
“Tetap banyak komoditas potensial lainnya yang dapat dikembangkan Demi pasar ekspor, seperti sarang burung walet, kakao, manggis, lobster, udang, kerapu hidup, gurita, ikan hias, dan berbagai produk perikanan lainnya. Pemprov Sulteng perlu memanfaatkan Kesempatan itu,” kata dia.
Sementara itu Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengemukakan, keberhasilan ekspor durian ke pasar Tiongkok menjadi langkah strategis membuka akses pasar Dunia bagi komoditas unggulan daerah lainnya.
Sebagai komitmen pemerintah daerah (pemda) pihaknya Lalu memperkuat peningkatan kualitas produksi, pembinaan petani dan pelaku usaha, serta penguatan sistem pengawasan guna memperluas akses ekspor.
“Potensi sejumlah komoditas pertanian, kelautan dan perikanan kami upayakan Dapat masuk dalam daftar ekspor selanjutnya, supaya menjadi sumber ekonomi baru bagi daerah,” turut Anwar.
