Balongsari Masuk Kategori Siaga Narkoba, Ning Ita Ajak Penduduk Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Lingkungan

Foto BeritaJatim.com

Ringkasan Informasi:

  • Kelurahan Balongsari masuk kategori siaga narkoba berdasarkan pemetaan BNN dan kepolisian.
  • Wali Kota Mojokerto Ning Ita mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran narkoba.
  • Pemkot Mojokerto juga mengembangkan greenhouse melon dan tanaman toga Kepada memperkuat ketahanan pangan.
  • Program Kampung Bersinar diharapkan menciptakan lingkungan yang Kondusif, sehat, dan bebas narkoba.

Mojokerto (Liputanindo.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto Lanjut memperkuat gerakan lingkungan Bersih sekaligus pencegahan penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat. Upaya tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, Demi meninjau kerja bakti lingkungan dan sosialisasi Program Kampung Bersinar (Bersih dari Narkoba) di Kelurahan Balongsari.

Dalam kegiatan tersebut, Ning Ita, sapaan akrab Ika Puspitasari, menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman peredaran narkoba.

Berdasarkan pemetaan Badan Narkotika Nasional dan kepolisian, Kelurahan Balongsari masuk dalam kategori siaga narkoba.

“Kalau sudah kategori siaga, artinya kita Sekalian harus waspada. Jangan Tamat Member keluarga kita menjadi korban berikutnya,” ungkapnya, Jumat (29/5/2026).

Menurut Ning Ita, penyalahgunaan narkoba Bukan hanya menyasar masyarakat dari kalangan Pandai, tetapi juga Penduduk dengan kondisi ekonomi lemah. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi Elemen Krusial dalam mencegah peredaran narkoba di lingkungan Sekeliling.

Selain memperkuat ketahanan sosial masyarakat, Pemkot Mojokerto juga mendorong program ketahanan pangan kampung melalui pengembangan greenhouse budidaya melon dan tanaman toga di Balongsari.

“BNN Bukan Pandai bekerja sendiri. Kalau menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba, segera laporkan agar Pandai Segera ditangani. Harapannya program ini dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjadi daya tarik wisata. Balongsari Pandai menjadi kampung wisata petik melon sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan kerja bakti rutin setiap Jumat merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang Kondusif, sehat, Bersih, dan bebas dari ancaman narkoba.

Program tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap gerakan Indonesia Asri yang mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan.

Melalui keterlibatan aktif Penduduk, Pemkot Mojokerto berharap perlindungan lingkungan semakin kuat sekaligus Pandai mencegah generasi muda terjerat penyalahgunaan narkoba.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan aparat terkait, Program Kampung Bersinar diharapkan dapat menjadi benteng sosial yang efektif dalam menekan peredaran narkoba sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ketahanan pangan berbasis kampung. [tin/beq]