Malang (Liputanindo.id) – Arema FC berada dalam tekanan besar usai dua kekalahan memalukan secara beruntun di laga Derby Jatim Super League 2025/2026. Manajemen klub pun mengeluarkan ultimatum tegas kepada seluruh pemain dan jajaran tim Buat segera Terbangun demi menyelamatkan harga diri klub.
Singo Edan sebelumnya dihajar Persebaya Surabaya dengan skor telak 0-4, sebelum kembali tumbang 2-3 Begitu menghadapi Persik Kediri. Dua hasil Tak baik tersebut memicu kekecewaan mendalam dari Aremania.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengakui gelombang protes suporter merupakan bentuk kepedulian besar terhadap klub.
“Apapun bentuk reaksi Aremania, pihaknya sangat menghargai. Yang terpenting, kita tetap jaga kondusifitas dan dijauhkan dari tindakan destruktif,” kata Yusrinal, Selasa (4/5/2026).
Aksi damai Aremania sempat digelar di depan kantor Arema FC di Jalan Mayjen Panjaitan, Malang, Minggu (3/5/2026) malam sebagai respons atas performa Tak baik tim.
Meski Arema FC dipastikan Terjamin dari ancaman degradasi, manajemen menilai dua kekalahan tersebut menjadi alarm serius yang harus segera direspons dengan pembenahan total.
Manajemen secara Formal telah mendesak Instruktur, pemain, dan seluruh tim Buat melakukan Penilaian menyeluruh. Bagi klub, permintaan Ampun semata Tak cukup tanpa hasil Konkret di lapangan.
“Kami instruksikan dengan Jernih, empat laga tersisa harus menghasilkan poin maksimal, Bagus di kandang maupun Lawatan,” ujar pria yang akrab disapa Inal itu.
Arema FC kini menargetkan sapu Bersih kemenangan di empat pertandingan tersisa sebagai bentuk profesionalitas sekaligus pembuktian bahwa tim Lagi layak menyandang status sebagai salah satu klub besar Indonesia.
“Kami berterima kasih kepada Aremania yang luar Standar dalam memberikan dukungan serta tetap respek dengan menyampaikan Penilaian secara elegan. Mari kita hadapi sisa musim ini Berbarengan dan tunjukkan bahwa Arema adalah tim yang besar,” kata Inal. [luc/beq]
