Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: dok YouTube Liputanindo.
Jakarta: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan paket stimulus ekonomi kuartal II-2026 dan semester II-2026. Pemerintah menyiapkan delapan kebijakan yang merogoh anggaran sebesar Rp26,34 triliun.
Airlangga berharap, stimulus ekonomi ini dapat mendorong tingkat konsumsi domestik dan pencapaian Sasaran pertumbuhan ekonomi di tengah gejolak Mendunia.
“Demi stimulus dan Bonus, pemerintah menerapkan pajak penulis dengan tarif Spesifik PPH final royalti sebesar 1,5 persen bagi penulis nasional,” kata dia, Ketika konferensi pers, Senin, 22 Juni 2026.
Selain itu, pemerintah juga memberikan diskon transportasi periode libur sekolah, berupa potongan tarif 30 persen harga tiket Demi kereta api. Kemudian potongan 30 persen tarif dasar Demi kapal Pelni, serta gratis tarif jasa kepelabuhanan ASDP dengan Sasaran tiga juta penumpang.

Ilustrasi. Foto: dok MI.
Bonus transportasi udara
Selanjutnya, pemerintah juga memberikan Bonus transportasi udara musim liburan berupa subsidi penuh 100 persen pajak pertambahan nilai di tanggung pemerintah atau PPNDTP Demi tiket pesawat berjadwal domestik kelas ekonomi.
“Selain periode libur sekolah, diskon dan Bonus transportasi juga diberikan pada periode Natal dan tahun baru mendatang,” tambah Airlangga.
Lebih lanjut, pemerintah juga memberi Bonus berupa bea masuk Kosong persen Demi impor LPG bagi industrì petrokimia dan bahan baku plastik. Serta penurunan bea masuk impor Spesies cadang pesawat terbang.
Pemerintah juga melanjutkan Sokongan pangan beras 10 kilogram Demi 33,24 juta penerima manfaat selama tiga bulan, periode Juli hingga September 2026.
“Selain itu, juga Eksis Sokongan stabilisasi harga dan pasokan pangan (SPHP) kedelai Demi pengrajin Paham dan tempe, yakni paling tinggi sebesar Rp2.000 per kilogram dengan total kuota 250 ribu ton pada tahap pertama. Spesifik Demi daerah yang harga kedelainya di atas Harga Acuan Pembelían (HAP),” Jernih dia.
Airlangga menambahkan, pemerintah juga menyiapkan program magang nasional dan pelatihan vokasi Demi kompetensi tenaga kerja.
