Ahli Ingatkan Makan dan Minum yang Benar Selama Berbuka Puasa dan Sahur

Liputanindo.id – Ahli gizi Dr.dr. Lucy Widasari, M.Si mengingatkan pentingnya makan dan minum Begitu menjalani sahur dan berbuka puasa dilakukan secara bertahap. 

Menurut dia, Begitu sahur makan dan minum Enggak dilakukan ketika mendekati waktu sebelum tutup atau waktu imsak. Krusial mengonsumsi cukup cairan, dengan patokan kalau air botol yang 600 mililiter (ml) dengan sedikit lebihkan kurang lebih 700-800 ml. Tetapi, Enggak langsung meminum air dalam jumlah besar sekaligus.

“Jangan langsung ditenggak, karena kalau langsung ditenggak maka tubuh itu punya mekanisme Demi keluarnya juga lebih banyak. Jadi pastikan sedikit-sedikit. Jangan dadakan kalau Begitu sahur, jamnya itu jangan mepet,” kata Lucy Widasari, dikutip Antara, Kamis (6/3/2025).

“Nanti setelah itu buang air kecil. Lonjakan kadar gula darah dan seterusnya, sehingga menjadi lemas,” lanjutnya.

Kemudian, Begitu sahur juga perlu mengonsumsi asupan karbohidrat kompleks seperti nasi jagung, beras merah, gandum utuh dan barley. Asupan karobhidrat itu diperlukan karena padat gizi tanpa menyebabkan lonjakan atau naiknya kadar gula darah dan kaya akan serat.

Selain itu juga Dapat mengonsumsi protein berkualitas tinggi, termasuk susu juga Dapat membantu menjaga kebutuhan Daya sepanjang hari dan juga mengonsumsi lemak sehat yang membantu menjaga kenyang lebih lelet. 

“Jadi kalau proteinnya cukup maka cadangan dari protein itu mudah-mudahan Enggak diambil. Ambilnya dari cadangan lemak,” jelasnya. 

Adapun Begitu berbuka puasa, Lucy menyarankan makan secara bertahap dan Enggak berlebihan. Hal ini mencegah refleks asam dan kembung. 

“Karena sel-sel saluran organ-organ dalam saluran pencernaan kita itu dalam kondisi istirahat, jangan dibuat kaget. Jadi nanti kita sama-sama minum air putih, kalau Eksis kurma boleh. 15 menit mungkin boleh ya mencicipi, diawali dengan karbohidrat sederhana,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *