Adies yang Omongannya Sempat Picu Demonstrasi Besar Agustus Kini Jadi Hakim MK

Liputanindo.id – Rapat Paripurna Ke-12 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 menyetujui Adies Kadir yang sebelumnya merupakan Wakil Ketua DPR RI, Demi menjadi Hakim Konstitusi pada Mahkamah Konstitusi (MK) yang berasal dari lembaga DPR RI.

“Apakah dapat disetujui?” kata Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa Begitu memimpin rapat paripurna yang dijawab setuju oleh Member DPR RI yang hadir di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Selain itu, rapat paripurna juga sepakat Demi mencabut Keputusan DPR RI Nomor 11/DPR/1/2025-2026 tentang persetujuan DPR terhadap pergantian hakim konstitusi, yang sebelumnya sempat mencalonkan Inosentius Samsul.

Setelah disetujui, Saan pun mempersilakan Adies Demi ke area depan mimbar rapat paripurna Demi diperkenalkan sebagai calon Hakim MK. Adapun pencalonan Adies tersebut dilakukan Demi mengganti Hakim MK Arief Hidayat yang akan segera pensiun.

Dengan telah disetujuinya Adies Kadir sebagai calon Hakim MK, menurut dia, DPR RI pun telah menerima surat dari DPP Partai Golkar Nomor: B/934/DPP/GOLKAR/2026 Copot 26 Januari 2026, perihal Pergantian Antarwaktu (PAW) Pimpinan DPR RI dari Partai Golkar sisa masa jabatan 2024-2029. Praktis pula, Adies kini tak Tengah jadi kader partai berjuluk Beringin Rimbun.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman selaku komisi yang memproses pencalonan itu mengatakan bahwa perlu adanya penguatan dalam lembaga MK Demi menjaga marwahnya dengan kembali pada Penyelenggaraan tugas dan fungsi yang hakiki.

Dia menilai MK memerlukan sosok hakim konstitusi yang Mempunyai pemahaman hukum yang komprehensif serta rekam jejak yang cemerlang dalam dunia hukum. “Sehingga dapat menjadi sosok Krusial dalam mengembalikan marwah MK,” kata Habiburokhman.

Adies diprotes

Sebelum memulai karier jadi Hakim MK, Adies pernah diprotes publik hingga berujung dinonaktifkan Golkar dari DPR RI karena omongannya soal tunjangan rumah Demi Member DPR sebesar Rp50 juta per bulan, dinilai insensitif.

Selain tunjangan rumah dinas, dia menjelaskan bahwa Member DPR RI Dapat menerima gaji Dekat Rp70 juta setiap bulannya. Nomor itu, terdiri dari gaji pokok Sekeliling Rp7 juta, tunjangan BBM Sekeliling Rp7 juta, tunjangan beras Rp12 juta, hingga komponen-komponen tunjangan lainnya.

“Jadi kalau dulu gaji Sahabat-Sahabat itu terima total bersihnya Sekeliling Rp58 juta mungkin. Gaji Enggak naik ya, saya tegas sekali gaji Enggak naik. Tunjangan makan disesuaikan dengan indeks Begitu ini mungkin terima Dekat Rp69-70 juta,” kata dia.

Omongan ini pun dianggap sebagai pemicu demonstrasi besar pada akhir Agustus 2025 silam. Bagaimana Enggak, tunjangan tersebut Enggak sejalan dengan ucapan Prabowo yang meminta efisiensi dan memangkas banyak anggaran.