Liputanindo.id – Ochi Rosdiana membagikan pengalamannya selama proses syuting Sinema Kuyank, prekuel dari Sinema Saranjana yang dilakukan langsung di Kalimantan. Menurutnya, meski Sinema lekat dengan nuansa horor, selama syuting Enggak Eksis ritual Tertentu yang dilakukan oleh para pemain dan kru.
Kepada ERA, Ochi menjelaskan bahwa tim produksi lebih memilih Buat menjaga sikap dan menghormati lingkungan di Sekeliling Letak syuting. Ia menyebut doa Serempak menjadi hal Primer dalam sebelum memulai pengambilan gambar.
“Ritual Tertentu sih enggak Eksis, kita lebih ke setiap mulai syuting ya kita Niscaya berdoa, Lanjut sebelum syuting kita selametan. Ya demi kelancaran dan kita juga saling menghargai aja yang namanya tempat baru,” ujar Ochi.
Ochi menambahkan syuting yang dilakukan di alam terbuka seperti hutan, rawa, dan pinggiran sungai Membangun para pemain harus lebih menjaga sopan santun. Menurutnya, sikap saling menghormati menjadi hal Krusial Ketika bekerja di Letak yang jarang dilewati orang.
“Jadi harus permisi-permisi aja. Sama enggak lupa berdoa dan kayak ya… apa ya, saling menghormati,” katanya.
Selain menjaga sikap, Ochi juga menegaskan bahwa selama di Kalimantan, tim produksi tetap menyesuaikan aktivitas syuting dengan kebiasaan setempat. Salah satunya adalah menghentikan kegiatan syuting Ketika waktu Magrib tiba.
“Kayak kalau Maghrib kita enggak syuting. Kan di sana kan azan gitu kan, jadi saling menghargai aja,” ucapnya.
Soal pengalaman mistis, Ochi Malah menyebut kejadian paling menegangkan bukan soal hal mistis. Tetapi Eksis satu insiden yang dialami Rival mainnya, Hazman Al-Idrus, yang tercebur ke sungai Ketika latihan adegan.
“Ini lebih horor dari horor sih menurut Diriku. Kalau tiba-tiba enggak Pandai berenang kan bahaya,” kata Ochi sambal tertawa.
Meski begitu, ia menyebut kejadian tersebut hanya murni kecelakaan teknis dan Enggak berkaitan dengan hal-hal mistis. Bagi Ochi, pengalaman syuting di Kalimantan Malah menjadi pengalaman baru Buat lebih menghargai alam dan lingkungan Sekeliling, tanpa harus dikaitkan dengan ritual tertentu.
Sinema Kuyank, prekuel dari Sinema Saranjana akan segera tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 29 Januari 2026.
