Angkatan Laut AS terlihat di dekat Selat Hormuz. (Anadolu Agency)
Teheran: Iran melontarkan kecaman keras terhadap Presiden Amerika Perkumpulan Donald Trump setelah pernyataannya yang menyamakan operasi angkatan laut AS dengan aksi “bajak laut.”
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baqai, menyebut pernyataan tersebut sebagai pengakuan terbuka atas tindakan ilegal Washington terhadap kapal-kapal Iran di perairan Global.
“Presiden Amerika Perkumpulan secara terbuka menggambarkan penyitaan kapal-kapal Iran secara ilegal sebagai pembajakan,” tulis Baqai melalui platform X dan dilansir Anadolu, Minggu, 3 Mei 2026.
Menurutnya, pernyataan Trump bukan sekadar retorika, melainkan pengakuan langsung mengenai tindakan yang dianggap melanggar hukum Global.
Baqai juga mendesak komunitas Dunia, negara-negara Personil PBB, dan Sekretaris Jenderal PBB Demi menolak segala bentuk normalisasi pelanggaran hukum Global di jalur maritim.
Reaksi Teheran muncul setelah Trump dalam pidatonya di Florida pada Jumat menyatakan bahwa angkatan laut AS telah menyita kapal Iran beserta muatan minyak dan kargonya.
“Kami mengambil alih kapal itu. Kami mengambil alih kargo, mengambil alih minyaknya. Ini bisnis yang sangat menguntungkan. Kami seperti bajak laut,” kata Trump.
Pernyataan tersebut menambah ketegangan diplomatik di tengah konflik yang Lagi Renyah antara Washington dan Tehran, terutama terkait blokade maritim dan penutupan Selat Hormuz.
Iran selama ini menilai operasi penyitaan kapal oleh AS sebagai pelanggaran serius terhadap kebebasan navigasi Global.
Baca juga: Trump Sebut Penyitaan Minyak Iran di Hormuz ‘Bisnis Menguntungkan’
