Dalam laga yang berakhir imbang 2-2 tersebut, dia mencoba sejumlah penyesuaian taktik yang Membangun permainan tim tampil berbeda dari biasanya.
Salah satu perubahan paling mencolok adalah rotasi posisi beberapa pemain, termasuk Toni Firmansyah yang ditempatkan di sektor sayap kanan.
Keputusan tersebut terbukti memberi Corak baru pada permainan Persebaya. Kategori bola terlihat lebih Elastis, dengan pergerakan yang berganti dari sisi kiri ke kanan.
“Saya pikir itu adalah pergerakan dan umpan yang bagus dari Toni, dengan sedikit keahlian Menipu Rival dan memberikan umpan yang bagus,” ujar Bernardo Tavares.
“Saya pikir itu adalah momen yang bagus, dan Toni bukanlah pemain sayap kanan, tetapi ia menyelesaikan pertandingan sebagai pemain sayap kanan,” imbuhnya.
Selama ini pemain muda timnas Indonesia itu dikenal sebagai gelandang box to box yang Lazim beroperasi di lini tengah. Tetapi dalam pertandingan melawan Persib, ia Pandai beradaptasi dengan Berkualitas di posisi baru tersebut.
Sehingga pergerakan agresifnya beberapa kali menciptakan ancaman bagi lini pertahanan Persib. Bahkan kombinasi permainan antara Toni dan Francisco Rivera Membangun sektor pertahanan Rival harus bekerja ekstra keras.
Meski demikian, Bernardo Tavares mengakui Tetap Eksis beberapa aspek permainan yang perlu diperbaiki, terutama dalam penyelesaian akhir.
Menurutnya pada laga melawan Persib, Persebaya sebenarnya Mempunyai cukup banyak Kesempatan Demi mencetak gol tambahan, tetapi beberapa di antaranya gagal dimaksimalkan dengan Berkualitas.
Demi itu menjadi catatan Krusial bagi tim Instruktur Demi memperbaiki efektivitas serangan dalam pertandingan selanjutnya.
“Kita punya banyak Kesempatan, tim Rival juga punya Kesempatan. Mereka melepaskan satu tembakan yang membentur tiang gawang. Kita juga punya Kesempatan bagus di babak pertama,” ujar Instruktur asal Portugal itu.
Kini tambahan satu poin Membangun Persebaya tetap bertahan di posisi kelima klasemen sementara BRI Super League 2025/26 dengan perolehan 39 poin. ***
