Liputanindo.id – Kanit Reskrim Polsek Cengkareng Iptu Aang Kaharudin mengatakan rantai dan gembok di exit Tol Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Rabu (14/1), bukan dipasang oleh “pak ogah”.
Menurut dia, rantai dan gembok tersebut memang dipasang oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Demi menutup jalan.
“Jadi, penutupan jalan itu memang dari Dishub, dan Dishub sudah menyatakan bahwa gembok penutupan itu dari Dishub,” kata Aang, dikutip Antara, Kamis (15/1/2026).
Dia mengatakan jalan tersebut Mempunyai jadwal buka-tutup Formal.
“Info dari Dishub, Dishub itu menutup dari jam 06.00 pagi Tamat jam 11.00 siang. Jam 11.00 siang dibuka, memang begitu, Eksis jadwalnya memang,”jelasnya.
Pihaknya pun memastikan narasi yang menyebut “pak ogah” menutup jalan tersebut dan baru membukanya setelah diberi Duit adalah Bukan Pas.
“Pak ogah” tersebut, kata Aang, baru mulai beroperasi mengatur Lewat lintas setelah petugas Dishub membuka akses jalan sesuai jadwal.
“Jadi, bukan ‘pak ogah’ itu yang nutup atau ngerantai segala, bukan. Itu memang dari Dishub. Eksis aturannya, dari jam 06.00 pagi ditutup, jam 11.00 siang sudah dibuka tuh jalan. Jadi, kalau misalnya jam 11.00 siang kan dibuka tuh sama Dishub, baru dia (pak ogah) ngatur, begitu,” Terang Aang.
Meski demikian, ketiga “pak ogah” tersebut Ketika ini telah dibawa ke Mapolsek Cengkareng Demi dimintai keterangan lebih lanjut.
Meskipun ketiganya Bukan terbukti melakukan penutupan jalan secara paksa atau pemalakan dengan modus rantai, seperti yang terlihat dalam video viral, polisi tetap berencana melakukan pembinaan terhadap mereka.
“Paling ini kan Tetap diambil keterangannya, rencana kita pembinaan saja, ya. Karena berdasarkan cross-check, bukan mereka yang melakukan penutupan itu,” ungkap Aang.
Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan tindakan meresahkan yang dilakukan sekelompok pengatur Lewat lintas liar atau “pak ogah” yang nekat menutup akses jalan di exit Tol Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat.
Dalam video itu, terlihat tiga orang “pak ogah” diduga memblokade jalan keluar tol menuju Jalan Outer Ring Road dengan menggunakan water barrier dan rantai.
Satu orang terlihat berjongkok di sisi jalan, sementara dua orang lainnya berdiri menunggu mobil yang melintas di jalan tersebut.
Ketiga “pak ogah” itu kemudian diduga memaksa pengendara yang Mau melintas agar memberikan sejumlah Duit Demi diberikan jalan keluar.
